Mereka kemudian dijadikan bahan ejekan dan sering dijahili dengan berbagai tipuan. Dari situlah muncul kebiasaan memperdaya orang pada 1 April.

Pengaruh Tradisi dan Kepercayaan Kuno

Beberapa peneliti juga mengaitkan April Mop dengan tradisi kuno yang berkaitan dengan humor dan penyamaran.

Festival Hilaria di Romawi kuno, misalnya, dirayakan pada akhir Maret dengan berbagai permainan, candaan, dan penyamaran. Tradisi tersebut dianggap memiliki kemiripan dengan praktik lelucon yang terjadi pada April Mop.

Dalam mitologi Nordik, terdapat pula kisah tentang Loki, sosok dewa yang dikenal sebagai pembuat kekacauan dan tipuan. Karakter ini sering dikaitkan dengan tradisi saling menjahili yang berkembang di Eropa Utara.

Catatan Tertulis Sejak Abad ke-16

Bukti sejarah mengenai praktik lelucon pada 1 April dapat ditemukan dalam karya sastra abad ke-16. Salah satunya adalah puisi Flemish karya Eduard De Dene yang terbit pada tahun 1561.

Puisi tersebut menggambarkan seseorang yang dikirim melakukan tugas mustahil sebagai bentuk lelucon pada tanggal 1 April. Catatan ini menunjukkan bahwa tradisi memperdaya orang pada hari tersebut sudah dikenal sejak lama.

Fakta Menarik Tentang April Mop

Selain sejarahnya yang masih diperdebatkan, April Mop juga memiliki sejumlah fakta unik yang berkembang di berbagai negara.

Tradisi April Fish di Prancis

Di Prancis terdapat tradisi Poisson d'Avril atau April Fish. Anak-anak biasanya menempelkan kertas berbentuk ikan di punggung teman atau guru tanpa diketahui.

Jika berhasil, mereka akan berseru "Poisson d'Avril" yang berarti Ikan April sebagai tanda bahwa lelucon tersebut sukses.

Perayaan Dua Hari di Skotlandia

Di Skotlandia, tradisi ini berlangsung selama dua hari. Hari pertama dikenal sebagai Hunt the Gowk Day yang berisi berbagai tipuan untuk memperdaya orang lain.