Profil Kapten Zulmi Aditya Iskandar Prajurit TNI Gugur Saat Bertugas dalam Misi Perdamaian UNIFIL di Lebanon: Umur, Agama dan IG
Kapten-Instagram-
Kronologi Insiden di Bani Haiyyan
Peristiwa yang menewaskan dua prajurit TNI itu terjadi sekitar pukul 11.00 waktu setempat di wilayah operasi Indobatt sektor timur, Lebanon Selatan.
Saat itu, Task Force B Kontingen Garuda menjalankan tugas sebagai mobile reserve dengan mengawal konvoi Combat Support Service Unit dari titik 7-2 menuju 7-1.
Konvoi tersebut membawa berbagai kebutuhan logistik, termasuk suplai operasional serta pengantaran peti jenazah.
- Rombongan terdiri dari enam kendaraan taktis.
- Dua kendaraan milik TNI berada di posisi paling depan.
- Kendaraan pertama membawa empat personel TNI.
Saat konvoi hendak berbelok di kawasan Bani Haiyyan, ledakan kuat menghantam kendaraan pertama yang ditumpangi Kapten Zulmi, Lettu Infanteri Sulthan Wirdean Maulana, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, serta Praka Deni Rianto.
Ledakan tersebut menyebabkan kendaraan mengalami kerusakan berat dan menimbulkan korban jiwa serta luka-luka.
Kondisi di lokasi yang masih berbahaya membuat tim dari kendaraan kedua tidak dapat segera mengevakuasi seluruh korban yang berada di titik ledakan.
Dua prajurit yang gugur tertinggal di lokasi, sementara kendaraan berikutnya mengevakuasi personel yang terluka menuju markas Sector East Headquarters.
Rombongan evakuasi tiba di markas sekitar pukul 12.00 waktu setempat untuk mendapatkan penanganan medis awal dari tim kesehatan UNIFIL.
Evakuasi lanjutan kemudian dilakukan menggunakan helikopter menuju fasilitas medis di Beirut.
- Praka Deni Rianto diterbangkan ke Rumah Sakit St. George pada pukul 13.45.
- Lettu Sulthan Wirdean Maulana menyusul pada pukul 13.55 untuk perawatan intensif.
Hingga kini, pihak UNIFIL masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti ledakan di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Lebanon Selatan.