Aksi No Kings di Amerika Serikat Diikuti Jutaan Orang Protes Kebijakan Donald Trump
Americ-Instagram-
Gelombang demonstrasi besar terjadi di berbagai wilayah Amerika Serikat pada Sabtu (28/3/2026). Jutaan warga turun ke jalan dalam aksi bertajuk No Kings untuk memprotes sejumlah kebijakan Presiden Donald Trump.
Penyelenggara aksi menyebut jumlah peserta mencapai sedikitnya delapan juta orang. Demonstrasi tersebut digelar melalui lebih dari 3.300 kegiatan yang berlangsung serentak di seluruh 50 negara bagian.
Gerakan ini menyoroti sejumlah isu utama, mulai dari gaya kepemimpinan yang dinilai semakin otoriter, kebijakan imigrasi yang semakin ketat, hingga sikap pemerintah terhadap perubahan iklim.
Selain itu, demonstran juga menyuarakan penolakan terhadap keterlibatan militer Amerika Serikat dalam konflik dengan Iran yang terus memanas.
Aksi Terjadi di Berbagai Kota Besar
Gelombang protes terlihat di kota-kota besar hingga wilayah pinggiran. Bahkan sejumlah daerah pedesaan yang biasanya jarang menjadi lokasi demonstrasi juga ikut menggelar aksi serupa.
Secara umum kegiatan berlangsung tertib di sebagian besar lokasi. Meski demikian, aparat kepolisian melaporkan beberapa penangkapan terjadi di Los Angeles dan Denver.
Mobilisasi massa tersebut menjadi aksi ketiga yang digelar dalam waktu kurang dari satu tahun oleh jaringan gerakan akar rumput No Kings.
Gerakan Oposisi Terhadap Trump
Sejak Donald Trump memulai masa jabatan keduanya pada Januari 2025, gerakan No Kings berkembang menjadi salah satu bentuk oposisi publik yang paling vokal.
Aksi nasional pertama berlangsung pada Juni 2025, bertepatan dengan perayaan ulang tahun Trump ke-79 yang disertai parade militer di Washington.
Demonstrasi berikutnya digelar pada Oktober 2025 dan diikuti sekitar tujuh juta orang. Jumlah peserta kini meningkat seiring meningkatnya ketegangan politik dan geopolitik.
Baca juga: Profil Sosok Aleksandar Dimitrov, Pelatih Timnas Bulgaria yang Pernah Berkarier di Indonesia