No Kings Itu Apa? Demo yang Merebak di Amerika Serikat, Jutaan Orang Turun ke Jalan Tolak Kepemimpinan Trump
Aksi demonstrasi bertajuk No Kings kembali berlangsung di berbagai kota di Amerika Serikat pada akhir Maret 2026. Mobilisasi massa ini menjadi sorotan karena melibatkan jutaan orang yang menyuarakan penolakan terhadap gaya kepemimpinan Presiden Donald Trump yang dianggap sebagian kalangan berpotensi melemahkan prinsip demokrasi.
Unjuk rasa digelar serentak di berbagai wilayah pada Minggu, 29 Maret 2026 waktu setempat. Penyelenggara menyebut sekitar delapan juta peserta ambil bagian dalam lebih dari 3.300 aksi yang tersebar di seluruh 50 negara bagian, dari kota besar hingga komunitas kecil.
Makna Gerakan No Kings
Gerakan No Kings merupakan aksi politik yang diinisiasi kelompok masyarakat sipil untuk menegaskan penolakan terhadap bentuk kepemimpinan yang dinilai menyerupai kekuasaan absolut.
Dalam penjelasan resmi gerakan tersebut, para penggagas menekankan bahwa sistem pemerintahan Amerika Serikat berdiri di atas prinsip republik konstitusional. Konstitusi dipandang sebagai batas utama kekuasaan pemerintah sekaligus pelindung hak warga negara.
Karena itu, kampanye No Kings mengajak publik menjaga institusi demokrasi, termasuk lembaga negara dan mekanisme hukum, agar tidak tergerus oleh praktik kekuasaan yang dianggap melampaui kewenangan.
Asal-usul Istilah No Kings
Istilah No Kings berakar dari sejarah politik Amerika Serikat yang sejak awal berdiri menolak sistem monarki. Prinsip tersebut menjadi simbol bahwa negara ini tidak mengenal kekuasaan absolut yang berada di tangan satu individu.
Gagasan tersebut kemudian digunakan para aktivis sebagai slogan politik untuk mengingatkan bahwa pemerintahan harus tetap tunduk pada konstitusi serta mekanisme demokrasi.
Mobilisasi Nasional Sejak 2025
Gerakan ini mulai mendapat perhatian luas sejak pertengahan 2025 ketika mobilisasi nasional pertama digelar di ribuan lokasi di seluruh Amerika Serikat.
- 14 Juni 2025: aksi berlangsung di sekitar 2.100 lokasi dengan partisipasi diperkirakan 4–6 juta orang.
- 18 Oktober 2025: demonstrasi meluas ke sekitar 2.700 lokasi dengan sekitar 7 juta peserta.
- 28 Maret 2026: aksi mencapai sekitar 3.300 lokasi dengan estimasi partisipasi sekitar 8 juta orang.
Data tersebut menunjukkan peningkatan jumlah peserta dan wilayah aksi dari waktu ke waktu. Demonstrasi biasanya digelar dalam bentuk pawai damai, pertemuan publik, hingga kampanye advokasi yang melibatkan berbagai komunitas lokal.
Baca juga: Dua Perempuan Alami Pelecehan Seksual di Harapan Indah Bekasi, Pelaku Diduga ODGJ
Update Terbaru
Bupati Bogor Lepas 271 Jamaah Haji Kloter 21 di Masjid Nurul Wathon
Sabtu / 16-05-2026, 04:05 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 17 – 24 Mei 2026
Sabtu / 16-05-2026, 04:00 WIB
Chery Siap Luncurkan Mobil Listrik Q di Indonesia pada 18 Mei 2026
Sabtu / 16-05-2026, 03:41 WIB
Jawa Tengah Perkuat Kolaborasi Ekonomi Sirkular Berbasis Masyarakat
Sabtu / 16-05-2026, 03:22 WIB
BYD Indonesia Luncurkan Varian Baru Atto 1 STD, Harga Mulai Rp199 Juta
Sabtu / 16-05-2026, 03:20 WIB
Google Perbarui Android Auto dengan Integrasi AI Gemini pada 2026
Sabtu / 16-05-2026, 03:20 WIB
Review Suzuki Satria Pro: Bebek Sport Modern dengan Fitur Konektivitas
Sabtu / 16-05-2026, 03:17 WIB
Potensi Pendapatan Game Penghasil Saldo DANA Tembus Rp545.000 Per Hari
Sabtu / 16-05-2026, 03:16 WIB
Penjualan Honda di China Anjlok 48 Persen pada April 2026
Sabtu / 16-05-2026, 03:14 WIB
Pemprov DKI Gelar Jakarta Job Fair 2026 di Jakarta Utara, Buka Ribuan Lowongan
Sabtu / 16-05-2026, 03:09 WIB
Kemensos Perbarui Data Penerima Bansos Mei 2026, 11 Ribu KPM Dicoret
Sabtu / 16-05-2026, 03:08 WIB
Jadwal Tayang Classroom of the Elite Season 4 Episode 6 dan Sinopsis Terbaru
Sabtu / 16-05-2026, 02:51 WIB
Hugh Jackman Bintangi The Sheep Detectives, Tayang di Bioskop Indonesia 15 Mei 2026
Sabtu / 16-05-2026, 02:40 WIB






