close ads x

Apa Itu Virus Panleukopenia Penyebab Kematian Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo

Apa Itu Virus Panleukopenia Penyebab Kematian Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo

tanda tanya-geralt/pixabay-

Apa Itu Virus Panleukopenia Penyebab Kematian Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo

Kematian dua anak harimau Benggala di Kebun Binatang Bandung, Huru dan Hara, menimbulkan perhatian besar terhadap ancaman penyakit menular pada satwa liar. Kedua anak harimau tersebut dilaporkan tidak dapat diselamatkan setelah terinfeksi virus panleukopenia.

Penyakit ini dikenal sangat berbahaya, terutama bagi satwa dari keluarga kucing-kucingan atau felidae, karena tingkat penularan dan risiko kematiannya yang tinggi.

Virus yang Menyerang Sistem Kekebalan



Feline Panleukopenia Virus (FPV) merupakan penyakit virus yang sering disebut juga sebagai feline distemper atau parvovirus pada kucing. Virus ini menyerang saluran pencernaan sekaligus merusak sistem kekebalan tubuh.

Infeksi tersebut menyebabkan penurunan drastis jumlah sel darah putih, sehingga tubuh hewan menjadi sangat rentan terhadap berbagai infeksi lain.

Berdasarkan penjelasan Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Eri, kedua anak harimau tersebut dinyatakan terinfeksi virus panleukopenia setelah menjalani pemeriksaan medis.


“Secara umum, keduanya terinfeksi panleukopenia. Berbagai upaya sudah dilakukan secara maksimal, namun hasil akhirnya berkata lain,” ujarnya saat memberikan keterangan di Kebun Binatang Bandung.

Gejala yang Muncul pada Satwa Terinfeksi

Tim dokter hewan mencatat sejumlah gejala serius sebelum Huru dan Hara meninggal dunia. Kondisi tersebut menunjukkan kerusakan pada sistem pencernaan yang menjadi target utama virus.

  • Muntah berulang
  • Diare
  • Darah pada feses
  • Demam tinggi
  • Lemas dan tidak aktif
  • Kehilangan nafsu makan

Dokter hewan BBKSDA, Agnisa, menjelaskan bahwa diagnosis dilakukan dengan cepat menggunakan rapid test dari sampel feses.

“Begitu gejala muncul, kami langsung melakukan pemeriksaan. Hasilnya mengonfirmasi bahwa keduanya positif terjangkit virus panleukopenia,” kata Agnisa.

Penularan dan Tingkat Bahaya

Virus panleukopenia menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti air liur, urin, atau kotoran. Penularan juga dapat terjadi melalui benda atau lingkungan yang telah terkontaminasi.

Masa inkubasi virus ini relatif singkat, berkisar dua hingga tujuh hari setelah paparan.

Ancaman paling besar muncul pada satwa yang masih berusia muda karena sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang sempurna. Pada fase awal infeksi, kematian dapat terjadi secara cepat.

Kesempatan bertahan hidup biasanya meningkat jika hewan mampu melewati masa kritis selama 48 hingga 72 jam setelah gejala pertama muncul.

Baca juga: Review Jujur TECNO POVA 7 5G Ungkap Kelebihan Gaming dan Sejumlah Kompromi

TAG:
Sumber:

Berita Lainnya