Khutbah Jumat 3 April 2026: 3 Perkara yang Menopang Sikap Istiqamah dalam Beribadah
masjid-pixabay-
2. Memohon Pertolongan Allah untuk Menjaga Keteguhan
Istiqamah tidak mungkin terjaga tanpa pertolongan Allah SWT. Oleh karena itu, seorang Muslim dianjurkan untuk senantiasa memohon kekuatan agar hatinya tetap berada di jalan kebaikan.
Rasulullah SAW bahkan sering memanjatkan doa agar hatinya diteguhkan dalam agama.
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ
“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR Tirmidzi).
Jika Nabi Muhammad SAW yang telah dijamin kemuliaannya tetap memohon keteguhan hati, maka umatnya tentu lebih membutuhkan doa tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
3. Menjauhi Sikap Sombong terhadap Amal
Sikap sombong dapat menghancurkan keistiqamahan seseorang. Sejarah mencatat bagaimana Azazil yang dikenal sebagai makhluk yang rajin beribadah berubah menjadi makhluk terlaknat karena kesombongannya.
Ketika diperintahkan bersujud kepada Nabi Adam AS, ia menolak karena merasa lebih mulia.
قَالَ مَا مَنَعَكَ اَلَّا تَسْجُدَ اِذْ اَمَرْتُكَ ۗقَالَ اَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُ ۚ خَلَقْتَنِيْ مِنْ نَّارٍ وَّخَلَقْتَهٗ مِنْ طِيْنٍ
“Apa yang menghalangimu sehingga tidak bersujud ketika Aku memerintahkanmu?” Iblis menjawab, “Aku lebih baik darinya. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.” (QS Al-A’raf: 12).
Kisah tersebut menjadi peringatan bahwa kesombongan dapat menghapus keutamaan amal. Karena itu, setiap kebaikan yang dilakukan hendaknya disertai rasa syukur dan kerendahan hati.
Menjaga Amal Hingga Akhir Kehidupan
Istiqamah berarti menjaga amal saleh hingga akhir hayat. Kebiasaan baik yang dipertahankan akan menjadi bekal ketika seorang hamba kembali kepada Allah SWT.
Oleh sebab itu, setiap Muslim dianjurkan terus berusaha mempertahankan kebiasaan baik, meskipun dimulai dari langkah kecil. Dengan pertolongan Allah dan hati yang rendah diri, keistiqamahan dalam beribadah dapat terus terjaga.