Agenda ekonomi Asia pada pekan mendatang dipenuhi sejumlah keputusan penting dari bank sentral kawasan. Jepang, Australia, dan Taiwan dijadwalkan menggelar rapat kebijakan moneter, sementara China akan mempublikasikan berbagai indikator aktivitas ekonomi.

Rangkaian pengumuman tersebut dipandang akan memberi gambaran terbaru mengenai kondisi ekonomi Asia di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.

Bank of Japan Diperkirakan Pertahankan Suku Bunga

Bank sentral Jepang diprediksi tidak mengubah suku bunga acuan yang saat ini berada di level 0,75 persen. Kebijakan ini diperkirakan diumumkan dalam pertemuan yang berlangsung pada Kamis.

Para pembuat kebijakan dinilai masih menilai dampak dari penyesuaian suku bunga yang dilakukan sebelumnya terhadap perekonomian domestik.

Perkembangan konflik di Timur Tengah serta hasil perundingan kenaikan upah tahunan di Jepang menjadi dua faktor yang akan dipertimbangkan sebelum langkah kebijakan berikutnya diambil.

Kedua hal tersebut akan berpengaruh terhadap peluang kenaikan suku bunga lanjutan yang berpotensi terjadi pada April atau Juni.

Australia Masih Menimbang Waktu Kenaikan Suku Bunga

Di Australia, sejumlah indikator ekonomi terbaru menunjukkan kondisi yang relatif kuat. Data inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan kondisi pasar tenaga kerja masih berada pada level yang solid.

Situasi tersebut membuka kemungkinan bank sentral Australia menaikkan suku bunga pada pertemuan Selasa.

Namun di tengah ketidakpastian global, langkah yang lebih mungkin adalah mempertahankan suku bunga untuk sementara waktu hingga Mei.

Pertimbangan ini memberi kesempatan bagi otoritas moneter untuk melihat apakah tekanan inflasi mulai meluas ke sektor selain perumahan.

Data China Diperkirakan Tunjukkan Pemulihan Lambat

China dijadwalkan merilis sejumlah data ekonomi untuk periode Januari dan Februari. Angka-angka tersebut diperkirakan menunjukkan awal tahun yang masih lemah bagi perekonomian domestik.