Kabar dugaan pelecehan seksual yang menyeret seorang ustaz yang kerap tampil di televisi ramai diperbincangkan di media sosial. Sosok tersebut disebut memiliki inisial SM atau SAM dan dikenal pernah terlibat dalam program hafiz Al-Qur’an di layar kaca.

Informasi mengenai kasus ini pertama kali mencuat melalui unggahan di media sosial yang menampilkan pernyataan dari kuasa hukum pelapor. Dalam keterangan yang beredar, terlapor disebut sering mengisi acara dakwah di sejumlah stasiun televisi swasta.

Laporan Dugaan Pelecehan Sudah Masuk Polisi

Kuasa hukum pelapor, Benny Jehadu, menyampaikan bahwa kliennya telah melaporkan dugaan pelecehan tersebut ke pihak kepolisian. Ia menyebut terlapor dikenal publik karena sering muncul dalam program televisi.

"Terlapor ini inisialnya SM, dia ini sering mengisi salah satu acara di TV swasta," ujar Benny dalam video yang beredar di media sosial.

Ia menambahkan bahwa sosok tersebut diketahui pernah tampil dalam sejumlah program dakwah di televisi, termasuk acara keagamaan yang cukup populer.

Diduga Melibatkan Lima Santri

Dugaan kasus ini disebut melibatkan lima orang santri laki-laki sebagai korban. Informasi tersebut disampaikan oleh tim kuasa hukum yang mendampingi para pelapor.

"Kasusnya adalah pelecehan seksual terhadap bukan anak perempuan, tetapi laki-laki, sesama jenis," kata Benny dalam keterangannya.

Menurut kuasa hukum korban lainnya, Wati Trisnawati, dugaan peristiwa tersebut disebut terjadi sejak beberapa waktu lalu dan diduga kembali terulang pada tahun 2025.

"Kejadiannya sudah lama, dan saat itu pelaku sempat menyampaikan permohonan maaf serta berjanji tidak mengulangi. Namun pada 2025 peristiwa serupa disebut kembali terjadi," ujarnya.

Laporan tersebut kini disebut telah memasuki tahap penyidikan. Tim kuasa hukum korban berharap pihak berwenang segera menetapkan terlapor sebagai tersangka apabila bukti telah dinilai cukup.