Khutbah Jumat 13 Maret 2026 Menghidupkan 10 Hari Terakhir Ramadan untuk Meraih Lailatul Qadar
bulan-ELG21-
Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Jamaah Jumat rahimakumullah.
Sepuluh hari terakhir Ramadan memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki waktu lainnya, yaitu adanya malam Lailatul Qadar.
Malam yang penuh kemuliaan ini disebut lebih baik daripada seribu bulan, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Qadr:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ۚ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ۗ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍ
Maknanya, ibadah yang dilakukan pada malam tersebut nilainya lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan.
Dalam penjelasan ulama, malam ini menjadi anugerah besar bagi umat Nabi Muhammad SAW. Usia umat yang relatif lebih pendek dibandingkan umat terdahulu digantikan dengan keutamaan luar biasa melalui Lailatul Qadar.
Karena itu Rasulullah SAW memberikan petunjuk agar umat Islam mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil.
Meneladani Ibadah Rasulullah di Akhir Ramadan
Jamaah yang dimuliakan Allah.
Ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, Rasulullah SAW meningkatkan kesungguhan dalam beribadah.
Dalam riwayat Aisyah RA disebutkan:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
Artinya: “Ketika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, Nabi mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.”
Ungkapan mengencangkan ikat pinggang menggambarkan kesungguhan Rasulullah dalam meningkatkan ibadah. Malam-malam tersebut diisi dengan shalat, tilawah Al-Qur’an, dzikir, doa, dan berbagai bentuk ketaatan lainnya.
Ibadah yang Dianjurkan di Sepuluh Hari Terakhir
- Memperbanyak shalat malam atau qiyamul lail
- Melakukan i’tikaf di masjid
- Memperbanyak tilawah Al-Qur’an
- Memperbanyak dzikir dan istighfar
- Memperbanyak doa dan munajat
Melalui ibadah-ibadah tersebut, seorang hamba berusaha membersihkan hati, memperkuat iman, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Al-Qur’an sendiri menjadi sumber kehidupan bagi hati manusia. Allah SWT menyebut Al-Qur’an sebagai ruh yang menghidupkan jiwa, sebagaimana dijelaskan dalam Surah Asy-Syura ayat 52.
Karena itu membaca Al-Qur’an pada malam hari memiliki pengaruh yang sangat kuat bagi jiwa, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Muzzammil ayat 6 yang menjelaskan bahwa ibadah malam lebih kuat pengaruhnya bagi hati.
Barang siapa yang bersungguh-sungguh menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan dengan ibadah, maka terbuka peluang baginya untuk meraih kemuliaan Lailatul Qadar.
Di antara doa yang dianjurkan dibaca ketika berharap bertemu malam tersebut adalah:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.
Saya berwasiat kepada diri saya dan kepada jamaah sekalian untuk selalu meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Ketakwaan merupakan bekal utama dalam menjalani kehidupan di dunia maupun di akhirat.
Marilah kita memanfaatkan sisa Ramadan ini dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai kesempatan emas ini berlalu tanpa meninggalkan bekas dalam kehidupan kita.
Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita untuk menghidupkan malam-malam Ramadan, memperbanyak ibadah, serta meraih keberkahan Lailatul Qadar.
Doa Penutup
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ.
اَللّٰهُمَّ وَفِّقْنَا لِطَاعَتِكَ وَتَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَاجْعَلْنَا مِنْ عُتَقَائِكَ مِنَ النَّارِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا اللّٰهَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.