close ads x

OJK Geledah Kantor Mirae Asset Sekuritas terkait Dugaan Manipulasi Saham BEBS

OJK Geledah Kantor Mirae Asset Sekuritas terkait Dugaan Manipulasi Saham BEBS

mirae asset--

Kantor PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (MASI) digeledah tim penyidik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bareskrim Polri pada Rabu, 4 Maret 2026. Langkah ini dilakukan dalam rangka penyidikan dugaan manipulasi saham PT Berkah Beton Sadaya Tbk dengan kode emiten BEBS.

Penyidik menelusuri dugaan praktik pengaturan harga saham yang menyebabkan lonjakan tidak wajar. Dalam proses investigasi, nilai transaksi saham tersebut tercatat mencapai sekitar Rp14,5 triliun dengan kenaikan harga hingga sekitar 7.150 persen.



Direktur Eksekutif Penyidik Sektor Jasa Keuangan OJK Daniel Bolly Hyronimus menjelaskan penggeledahan dilakukan untuk memperkuat proses penyidikan yang sedang berjalan.

Menurut dia, langkah tersebut bertujuan mengumpulkan bukti tambahan terkait keterlibatan korporasi dalam perkara yang sedang ditangani.

"Berdasarkan hasil penyidikan kami terhadap PT yang bersangkutan, korporasinya masih terlibat. Jadi penyidikan yang sedang berjalan ini kami kuatkan dengan mencari bukti-bukti lain di PT MA," ujar Daniel.

Dua Orang Telah Ditetapkan sebagai Tersangka


OJK sebelumnya menetapkan dua pihak sebagai tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah AS yang diketahui sebagai beneficial owner PT Berkah Beton Sadaya Tbk dan M yang merupakan mantan Direktur Investment Banking Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

Daniel menyebut berkas perkara kedua tersangka telah rampung dan sudah diserahkan kepada pihak kejaksaan untuk proses selanjutnya.

"Dua orang tersangka sudah berkasnya selesai dan sudah kami kirim ke kejaksaan. Tinggal menunggu P21," kata dia.

Profil Mirae Asset Sekuritas Indonesia

Mirae Asset Sekuritas Indonesia merupakan perusahaan sekuritas yang telah lama beroperasi di pasar modal nasional. Perusahaan ini pertama kali berdiri pada 1990 dengan nama PT Bintangmakmur Securindo.

Masih pada tahun yang sama, perusahaan tersebut berganti nama menjadi PT Monas Buana Securities. Perubahan kepemilikan kemudian terjadi ketika perusahaan sekuritas asal Korea Selatan, Daewoo Securities, masuk sebagai investor.

Pada 2013 kepemilikan Daewoo meningkat hingga sekitar 80 persen dan perusahaan berganti nama menjadi PT Daewoo Securities Indonesia.

Transformasi berikutnya terjadi pada 2016 ketika Mirae Asset Financial Group mengambil alih mayoritas saham perusahaan dan mengganti namanya menjadi PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

Di Bursa Efek Indonesia, perusahaan ini dikenal dengan kode broker YP.

Pemegang Saham dan Rekam Jejak Perusahaan

Struktur kepemilikan saham perusahaan saat ini didominasi oleh Mirae Asset Securities (HK) Limited dengan porsi sekitar 99 persen.

Sisanya dimiliki oleh PT Buma Apparel Industry sebesar 0,51 persen dan PT Snet Indonesia sebesar 0,49 persen.

Selama beroperasi di Indonesia, perusahaan ini juga meraih berbagai penghargaan di industri pasar modal, antara lain Indonesia’s Best Broker dari FinanceAsia, Top Digital Innovation 2023 dari The Iconomics, serta peringkat ketiga Highest Digital Index dari Majalah Infobank.

Bursa Efek Indonesia juga pernah memberikan penghargaan The Best IDX Member on the Transaction Frequency dalam ajang IDX Appreciation pada 2018.

Manajemen Nyatakan Kooperatif

Manajemen Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyatakan pihaknya telah menerima kunjungan penyidik Bareskrim Polri yang mengumpulkan sejumlah informasi terkait perkara tersebut.

Dalam penjelasan tertulis, perusahaan menegaskan bersikap kooperatif dan mendukung proses investigasi yang sedang berlangsung.

"Proses ini merupakan kelanjutan dari masalah hukum yang telah berlangsung lama, dan perusahaan telah kooperatif terhadap investigasi yang sedang berjalan serta mendukung semua permintaan penyidik," demikian pernyataan manajemen.

Perusahaan juga memastikan aktivitas operasional tetap berjalan normal selama proses penyidikan berlangsung.

Dalam penggeledahan tersebut, penyidik OJK turut menyita sejumlah barang bukti. Sebagian besar berupa dokumen digital yang tersimpan dalam perangkat USB.

Penyidikan dugaan manipulasi saham BEBS masih terus berlangsung dan akan dilanjutkan ke tahap penuntutan setelah proses pemeriksaan dinyatakan lengkap.

Sumber:

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya