close ads x

Link Video Dea Store Meulaboh Viral Usai Penggerebekan di Konter Ponsel, Ini Faktanya

Link Video Dea Store Meulaboh Viral Usai Penggerebekan di Konter Ponsel, Ini Faktanya

video viral--

Menjelang waktu imsak, sejumlah pemuda mendatangi lokasi. Saat pintu dibuka, kondisi ruangan disebut dalam keadaan gelap dan tertutup.

Dugaan Perencanaan Tindakan Terlarang

Warga tidak menemukan bukti telah terjadi perbuatan asusila di lokasi. Namun, setelah dilakukan interogasi, muncul pengakuan adanya pembicaraan yang mengarah pada tindakan terlarang.



“Cuma mereka sempat berdiskusi akan mengarah pada hal tersebut (bersetubuh). Tokonya hanya satu ruangan. Saat kita tanya kepada perempuannya, dia sedang dirayu oleh laki-laki tersebut dengan iming-iming sejumlah uang agar bisa pulang kampung,” lanjut Dani.

Diketahui pula bahwa pria tersebut telah beristri dan keluarganya berada di Pidie. Sementara perempuan yang berada di dalam toko dipastikan bukan istri sahnya.

Setelah kejadian itu, warga memberikan peringatan keras kepada pemilik konter. Perempuan yang disebut berasal dari Medan juga diminta untuk tidak lagi berada di kawasan Gampong Panggong.

Video Beredar dan Penanganan Aparat


Rekaman amatir yang memperlihatkan seorang perempuan berbaju merah dan berhijab hitam digiring keluar oleh warga dengan cepat menyebar di TikTok dan platform lain.

Kerumunan sempat memadati lokasi, meski situasi akhirnya dapat dikendalikan tanpa bentrokan lanjutan.

Dalam struktur adat Aceh, Tuha Peut berperan sebagai lembaga perwakilan masyarakat di tingkat gampong yang turut mengawasi jalannya pemerintahan desa serta membantu penyelesaian persoalan adat.

Kasus ini kemudian diserahkan kepada aparat penegak syariat, yakni Wilayatul Hisbah Kabupaten Aceh Barat, untuk penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Hingga kini, identitas lengkap kedua pihak belum dipublikasikan guna menghindari dampak sosial yang lebih luas. Belum ada pula konfirmasi resmi apakah “Dea Store” merupakan nama resmi usaha atau hanya sebutan yang viral di media sosial.

Publik diimbau menunggu hasil pemeriksaan resmi dan tidak menyebarluaskan video tanpa konteks yang jelas agar tidak menimbulkan dampak tambahan bagi pihak-pihak terkait.

Sumber:

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya