Ninman berhenti dari pekerjaannya sebagai tukang daging dan kini mengelola properti sewa milik mereka.

Pada 2024, pasangan ini membeli rumah kedua seharga 17.000 euro dan menghabiskan sekitar 10.000 euro untuk renovasi. Properti tersebut disewakan melalui Airbnb dengan tarif hingga 85 euro per malam.

Dari rumah sewa itu, mereka memperoleh pemasukan sekitar 8.000 hingga 10.000 euro per tahun, terutama dari penyewa jangka panjang yang bekerja jarak jauh.

Pengeluaran Sekitar 1.246 Dolar per Bulan

Secara keseluruhan, pengeluaran bulanan mereka di Italia sekitar 1.246 dolar AS atau setara kurang lebih Rp20 juta, termasuk utilitas dan kebutuhan sehari-hari.

  • Bahan makanan: 480 euro per bulan
  • Listrik: 217 euro setiap dua bulan
  • Keanggotaan gym: 115 euro setiap tiga bulan
  • Air: 91 euro setiap dua bulan
  • Les senam anak: 50 euro per bulan
  • Perlengkapan Airbnb: 50 euro per bulan
  • Biaya prasekolah anak: 40 euro per bulan
  • Internet: 12 euro per bulan per rumah

Di musim dingin, mereka menambah biaya pemanas hingga 200 euro per bulan per rumah. Setiap tahun, mereka juga membayar sekitar 286 euro untuk pengangkutan sampah dan 61 euro pajak properti per rumah.

Gaya Hidup Lebih Santai

Jika sebelumnya hidup di tengah hiruk pikuk New York City, kini keseharian Tresl di Italia lebih tenang. Ia mengantar anaknya ke sekolah, bekerja dari rumah, berolahraga sore hari, serta menghabiskan akhir pekan menjelajahi kota-kota kecil di Tuscany.

Menurutnya, budaya kerja di Italia berbeda. “Di sini pekerjaan bukan hal paling penting. Orang-orang menunjukkan bahwa tidak apa-apa untuk melambat,” katanya.

Keputusan pindah ke Italia bukan hanya soal biaya, tetapi juga tentang kebebasan finansial dan keseimbangan hidup yang lebih sesuai dengan nilai yang mereka yakini.