close ads x

Kenapa Amerika Serikat dan Israel Serang Iran? Ini Rangkaian Fakta dan Respons Terbaru

Kenapa Amerika Serikat dan Israel Serang Iran? Ini Rangkaian Fakta dan Respons Terbaru

khamenei--

Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer ke sejumlah lokasi di Iran, termasuk Teheran, pada Sabtu 28 Februari waktu setempat. Presiden AS Donald Trump menyebut operasi tersebut sebagai aksi tempur besar yang masih berlangsung.

Serangan terjadi saat negosiasi terkait program nuklir dan rudal balistik Iran masih berjalan. Ketegangan meningkat dalam beberapa pekan terakhir, menyusul ancaman terbuka dari Washington serta riwayat konfrontasi sebelumnya antara kedua pihak.

Lokasi dan Skala Serangan



Laporan kantor berita Fars menyebutkan ledakan terdengar di Teheran sekitar pukul 09.27 waktu setempat. Asap terlihat membumbung dari beberapa titik di ibu kota.

Beberapa lokasi yang dilaporkan terdampak antara lain kawasan University Street dan Jomhouri, serta area dekat markas Korps Garda Revolusi Islam Iran. Media internasional juga melaporkan serangan di sekitar kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Selain Teheran, ledakan dilaporkan terjadi di Kermanshah, Qom, Tabriz, Isfahan, Ilam, Karaj, dan Provinsi Lorestan.


Departemen Pertahanan AS menamai misi tersebut “Operation Epic Fury”. Seorang pejabat AS menyebut operasi ini merupakan aksi gabungan dengan Israel dan termasuk pengerahan militer besar di kawasan.

Tujuan Operasi Menurut Washington dan Tel Aviv

Trump menyatakan target utama operasi adalah menghancurkan kemampuan rudal Iran serta melumpuhkan industri persenjataan negara tersebut.

  • Menghancurkan kapasitas rudal Iran.
  • Menargetkan angkatan laut Iran.
  • Mengganggu kelompok bersenjata yang didukung Teheran.
  • Mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

Ia juga menyebut operasi akan berlangsung beberapa hari dan tidak menutup kemungkinan adanya korban di pihak AS.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan operasi militer akan berlanjut selama diperlukan.

Latar Belakang Ketegangan

AS dan Israel selama bertahun-tahun menilai pengayaan uranium dan pengembangan rudal Iran sebagai ancaman keamanan regional. Iran membantah memiliki ambisi membuat bom nuklir dan menyatakan programnya bersifat damai.

Eskalasi terbaru terjadi meski mediator Oman sebelumnya mengumumkan adanya kemajuan dalam perundingan di Jenewa, termasuk kesediaan Iran untuk tidak menimbun uranium serta membuka verifikasi penuh oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Respons Iran

Iran membalas dengan menembakkan rudal ke wilayah Israel. Sirene serangan udara berbunyi di beberapa daerah dan ledakan dilaporkan terjadi di bagian utara negara tersebut.

Militer Israel menyatakan sistem pertahanan udara diaktifkan untuk mencegat ancaman.

Selain itu, Iran juga meluncurkan rudal ke sejumlah lokasi yang berkaitan dengan operasi militer AS di kawasan, termasuk pangkalan udara Al Udeid di Qatar, Al-Salem di Kuwait, Al-Dhafra di Uni Emirat Arab, markas Armada Kelima AS di Bahrain, serta pangkalan di Yordania. Ledakan juga dilaporkan terdengar di Riyadh, Arab Saudi.

Ketua Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, sebelumnya memperingatkan akan adanya respons keras atas serangan tersebut.

Dampak dan Kekhawatiran Global

Hingga kini, informasi mengenai korban jiwa dan tingkat kerusakan masih terbatas. Situasi ini memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah.

Sejumlah negara menyerukan penahanan diri dan kembali ke jalur diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut yang dapat mengganggu stabilitas kawasan.

Sumber:

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya