close ads x

Anwar Satibi Ungkap Pernyataan Dokter soal Dugaan Penganiayaan Nizam Syafei

Anwar Satibi Ungkap Pernyataan Dokter soal Dugaan Penganiayaan Nizam Syafei

Anwar-Instagram-

Kesaksian mengejutkan disampaikan Anwar Satibi terkait kematian putranya, Nizam Syafei (12). Ia mengaku baru memahami kondisi sebenarnya setelah mendengar langsung penjelasan dokter yang menangani anaknya di Rumah Sakit Jampang Kulon.

Dalam perbincangan di podcast Denny Sumargo, Anwar menceritakan bagaimana dokter perempuan yang memeriksa Nizam menyatakan luka-luka pada tubuh anaknya bukan akibat sakit biasa, melainkan dugaan kekerasan.

Pernyataan Dokter di Ruang Pemeriksaan



Saat pertama kali membawa Nizam ke rumah sakit, Anwar mengaku masih mempercayai penjelasan istrinya. Ia menyebut luka melepuh di tubuh anaknya dikaitkan dengan panas tinggi akibat demam.

Anwar menuturkan istrinya mengatakan bahwa kulit Nizam melepuh karena suhu tubuh yang terlalu panas, bahkan diibaratkan seperti tersiram air panas.

Namun hasil pemeriksaan dokter membuyarkan keyakinan tersebut. Di hadapan istrinya, dokter menyampaikan penilaian medis secara tegas.


“Bu, kita ini medis ya. Kita tahu mana yang sakit panas, mana yang bukan. Ini bukan karena sakit, tapi ini dianiaya,” ujar Anwar menirukan ucapan dokter yang memeriksa putranya.

Menurut Anwar, dokter tersebut berbicara lantang dan tanpa ragu. Ia menegaskan adanya luka bakar yang tidak berkaitan dengan penyakit alami.

Pernyataan itu menjadi titik balik bagi Anwar. Ia mengaku baru pertama kali melihat kondisi demam yang menyebabkan kulit melepuh sedemikian parah.

Dirawat di ICU, Nizam Tak Tertolong

Setelah pemeriksaan awal, Nizam dipindahkan ke ruang ICU untuk mendapatkan penanganan intensif. Kondisinya saat itu disebut sudah kritis.

Beberapa jam kemudian, dokter memanggil Anwar untuk mendampingi putranya. Ia diminta menuntun doa sebelum akhirnya Nizam dinyatakan meninggal dunia.

“Tolong dituntun, katanya anaknya,” kenang Anwar. Ia kemudian membacakan dzikir hingga napas putranya berhenti.

Dokter sempat menawarkan tindakan resusitasi jantung paru (CPR), namun Anwar memilih menolak. Ia merasa tindakan tersebut hanya akan menambah penderitaan anaknya.

Baca juga: Profil Joao Angelo De Sousa Dirut Agrinas yang Impor 105 Ribu Pikap dari India

TAG:
Sumber:

Berita Lainnya