close ads x

Video Lawas The Connell Twins Viral Lagi, Pencarian Link Melejit di Google Trends

Video Lawas The Connell Twins Viral Lagi, Pencarian Link Melejit di Google Trends

Connell Twin--

Nama The Connell Twins kembali ramai dibicarakan warganet Indonesia setelah video lama yang dikaitkan dengan akun OnlyFans mereka beredar ulang di media sosial. Lonjakan perhatian itu membuat kata kunci pencarian terkait “link video The Connell Twins” meningkat tajam dalam waktu singkat.

Berdasarkan data Google Trends, minat pencarian terhadap konten tersebut naik hingga 120 persen dalam 24 jam terakhir. Fenomena ini muncul di tengah polemik mereka dengan DJ Nathalie Holscher.

Berawal dari Pernyataan soal Nathalie Holscher



Viralnya kembali video lama itu tak lepas dari pernyataan The Connell Twins yang menyebut tidak mengenal Nathalie Holscher meski mengetahui sosok Sule. Ucapan tersebut memicu respons keras dari Nathalie dan sebagian warganet.

Perdebatan di media sosial kemudian bergeser ke masa lalu digital Christina dan Carlina O’Connell. Arsip konten eksklusif mereka di OnlyFans kembali dicari dan sebagian rekaman lama beredar di platform seperti X dan Telegram.

OnlyFans dan Riwayat Konten Eksklusif

Christina dan Carlina O’Connell diketahui membuka akun OnlyFans sejak 2019. Sebagai kreator konten asal Australia, keduanya secara terbuka menjual foto dan video eksklusif kepada pelanggan berbayar.


Dalam sejumlah pernyataan sebelumnya, mereka menegaskan keputusan tersebut diambil secara sadar dan profesional. Mereka juga menyebut telah berdiskusi dengan keluarga sebelum menjalankan bisnis tersebut.

Terkait kebocoran konten, keduanya pernah menyampaikan keberatan keras. “Lo bisa dipenjara, kena denda miliaran. I’m done. Dibiarin ngelunjak!” tulis mereka dalam unggahan lama, merujuk pada risiko hukum bagi pihak yang menyebarkan konten tanpa izin.

Risiko Hukum dan Keamanan Digital

Konten berbayar seperti yang diunggah di OnlyFans dilindungi hak cipta dan aturan privasi. Penyebaran tanpa persetujuan dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum di sejumlah negara.

Selain persoalan legal, pencarian tautan ilegal juga berisiko bagi pengguna. Banyak situs yang mengklaim menyediakan akses gratis justru menyisipkan malware, phishing, atau penipuan digital yang membahayakan data pribadi.

Respons Publik Terbelah

Perbincangan warganet terbagi dua. Sebagian menilai The Connell Twins menjadi korban pelanggaran privasi, sementara lainnya melontarkan kritik terhadap pilihan konten mereka.

Isu ini kembali memunculkan perdebatan soal batas antara kebebasan individu membuat konten dewasa secara legal dan larangan menyebarkannya tanpa izin. Dalam praktiknya, batas tersebut kerap kabur di ruang digital.

Pentingnya Etika Mengonsumsi Konten Viral

Kasus ini menjadi pengingat bahwa popularitas tidak menghapus hak atas privasi. Konten yang dibuat untuk platform berbayar tetap berada dalam koridor hukum dan tidak boleh didistribusikan sembarangan.

Pengguna internet diimbau lebih bijak menyikapi tren viral, tidak ikut membagikan tautan ilegal, serta memahami risiko hukum dan keamanan siber yang mungkin timbul.

Sumber:

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya