Pemerintah kembali melanjutkan penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai tahap pertama tahun 2026.

Pencairan dilakukan secara bertahap melalui Kartu Keluarga Sejahtera yang terhubung dengan sejumlah bank penyalur.

Selain bantuan tunai PKH dan BPNT, pemerintah juga mempersiapkan distribusi bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk jutaan Keluarga Penerima Manfaat.

Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan gejolak harga kebutuhan pokok.

Pencairan PKH dan BPNT Tahap 1 Masih Berlangsung

Penyaluran PKH dan BPNT tahap pertama 2026 hingga kini masih berjalan secara bertahap di seluruh wilayah Indonesia.

Sejumlah KPM telah menerima dana bantuan, sementara sebagian lainnya masih menunggu giliran pencairan.

Proses yang tidak dilakukan serentak ini merupakan bagian dari mekanisme distribusi yang menyesuaikan kesiapan data dan sistem perbankan.

Selama status kepesertaan masih aktif, bantuan akan tetap disalurkan sesuai jadwal bank penyalur.

Namun, apabila dalam sistem muncul keterangan seperti gagal verifikasi rekening, tidak memenuhi syarat, atau status dikeluarkan, maka bantuan tidak dapat dicairkan.

Untuk memastikan kejelasan status, KPM dianjurkan berkoordinasi dengan pendamping sosial atau operator desa dan kelurahan.

Update Saldo KKS di Bank Penyalur per 8 Februari 2026

Berdasarkan pemantauan penyaluran bantuan, terdapat sejumlah perkembangan pencairan saldo KKS di berbagai bank penyalur.

Bank BNI

Pencairan bantuan PKH melalui BNI telah berlangsung sejak awal Februari 2026.

Nominal saldo yang masuk bervariasi, mulai dari Rp450.000 hingga Rp600.000.

Beberapa penerima juga melaporkan saldo mendekati Rp950.000, menyesuaikan dengan komponen bantuan yang diterima.

Untuk bantuan BPNT, penyaluran melalui BNI diperkirakan menyusul dalam waktu dekat.

Bank BSI