Khutbah Jumat 13 Februari 2026 Mengajak Jamaah Menyiapkan Diri Menyambut Ramadhan
masjid-pixabay-
Jumat, 13 Februari 2026, menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk mulai menata kesiapan menyambut bulan suci Ramadhan. Berdasarkan kalender Hijriah yang diterbitkan Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, tanggal tersebut bertepatan dengan 18 Syaban 1447 H, menandai bahwa Ramadhan kian mendekat.
Khutbah Jumat pada hari itu mengangkat tema persiapan menyambut Ramadhan. Tema ini relevan sebagai pengingat agar umat Islam tidak memasuki bulan suci tanpa kesiapan ruhani, ilmu, dan fisik yang memadai.
Keutamaan Ramadhan sebagai Bulan Ibadah
Ramadhan dikenal sebagai bulan mulia yang penuh keberkahan. Pada bulan inilah umat Islam diwajibkan berpuasa dan dianjurkan memperbanyak amal kebaikan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Swt.
Keistimewaan Ramadhan salah satunya adalah peristiwa turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi seluruh manusia. Hal ini ditegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 yang menjelaskan kewajiban puasa serta kemudahan yang Allah berikan bagi hamba-Nya.
Al-Qur’an diturunkan pertama kali pada bulan Ramadhan, diawali dari Lauh Mahfudz ke Baitul Izzah pada malam Lailatulqadar. Setelah itu, wahyu disampaikan secara bertahap kepada Nabi Muhammad saw sesuai situasi dan kebutuhan umat selama masa kenabian.
Ramadhan dan Pintu Keberkahan
Dalam khutbah disampaikan bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga. Bulan ini menjadi waktu dibukanya pintu-pintu surga, ditutupnya pintu neraka, serta dibelenggunya setan-setan.
Selain itu, terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan, yakni Lailatulqadar. Keutamaan tersebut menjadi alasan kuat bagi umat Islam untuk menyambut Ramadhan dengan persiapan yang sungguh-sungguh.
Langkah Persiapan Menyambut Ramadhan
Khutbah menguraikan beberapa langkah penting yang dapat dilakukan umat Islam menjelang datangnya Ramadhan.
- Meluruskan niat agar seluruh ibadah dilakukan semata-mata karena Allah Swt.
- Meningkatkan ibadah sunnah seperti puasa, membaca Al-Qur’an, zikir, dan sedekah.
- Memperbanyak istighfar serta bertaubat untuk membersihkan hati.
Niat menjadi fondasi utama diterimanya amal ibadah. Tanpa niat yang benar, amal yang dilakukan berpotensi kehilangan nilai di sisi Allah Swt.
Memanfaatkan bulan Syaban dengan memperbanyak puasa sunnah juga dianjurkan sebagai latihan sebelum memasuki Ramadhan. Dengan demikian, tubuh dan jiwa lebih siap menjalani ibadah puasa wajib.
Baca juga: Biodata Elsa Eca Japasal Viral Usai Dugaan Temuan Tabung Whip Pink di Kamarnya