Khutbah Jumat 6 Februari 2026 Ajak Umat Menyucikan Hati Menjelang Ramadhan
al quran-shzern shzern-
Pintu Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup
Khatib juga mengingatkan keutamaan Ramadhan sebagaimana dijelaskan Nabi Muhammad SAW, bahwa pada bulan ini peluang meraih rahmat Allah terbuka lebar.
Dalam hadis riwayat Imam al-Bukhari disebutkan:
إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ
Artinya: "Jika bulan Ramadhan tiba, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu."
Karena itu, jamaah diajak menata keikhlasan dan harapan agar ibadah puasa menjadi sarana meraih ampunan dan ganjaran yang besar dari Allah SWT.
Puasa dan Pengampunan Dosa
Keutamaan puasa ditegaskan sebagai ibadah istimewa yang balasannya langsung diberikan oleh Allah SWT.
Dalam hadis qudsi riwayat Imam al-Bukhari disebutkan:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصَّوْمَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، وَلَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
Artinya: "Seluruh amal kebaikan manusia adalah untuknya, kecuali puasa karena puasa adalah untuk-Ku dan aku sendiri yang akan memberikan balasannya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa jauh lebih harum daripada wangi minyak misik di sisi Allah."
Selain itu, setiap waktu berbuka dan setiap malam Ramadhan menjadi saat pembebasan hamba dari siksa neraka.
Tobat dan Pembersihan Jiwa
Menyambut Ramadhan tidak cukup hanya dengan kesiapan fisik. Khatib menekankan pentingnya memperbanyak istighfar dan melakukan tobat yang sungguh-sungguh.
Allah SWT berfirman dalam Surah At-Tahrim ayat 8:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai."
Menumbuhkan Kepedulian Sosial
Khutbah juga menyoroti pentingnya membersihkan hati melalui kepedulian terhadap sesama. Ramadhan dipandang sebagai momentum memperkuat nilai kebersamaan dan kemanusiaan.
Allah SWT menegaskan dalam Surah Ali ‘Imran ayat 92 bahwa kebajikan sejati diraih dengan menginfakkan harta yang dicintai.
Teladan Rasulullah SAW pun ditampilkan, di mana beliau dikenal semakin dermawan saat memasuki bulan Ramadhan, memberikan kebaikan tanpa batas kepada orang lain.
Di akhir khutbah pertama, jamaah diajak berdoa agar Ramadhan menjadi bulan kebahagiaan bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa ada lagi saudara yang kelaparan dan terabaikan.
Penutup dan Doa Khutbah Kedua
Pada khutbah kedua, khatib kembali mengingatkan pentingnya takwa, memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta memanjatkan doa untuk keselamatan umat Islam dan bangsa Indonesia.
Khutbah ditutup dengan seruan untuk menegakkan keadilan, berbuat ihsan, serta memperbanyak zikir dan syukur kepada Allah SWT agar nikmat yang diberikan semakin bertambah.