Puasa Pertama 2026 Diprediksi 19 Februari, Ini Perkiraan Awal Ramadhan Versi Pemerintah dan NU
masjid-pixabay-
Penentuan awal puasa Ramadhan 2026 masih menunggu keputusan resmi. Meski demikian, sejumlah perkiraan sudah mengemuka berdasarkan perhitungan kalender dan metode yang digunakan masing-masing pihak.
Pemerintah memperkirakan awal Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Perkiraan ini merujuk pada kalender resmi Kementerian Agama yang disusun menggunakan kriteria MABIMS.
Prediksi Pemerintah Berdasarkan Kriteria MABIMS
Kriteria MABIMS merupakan kesepakatan empat negara, yakni Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Dalam ketentuan tersebut, hilal dinyatakan memenuhi syarat jika memiliki ketinggian minimal 3 derajat dengan elongasi mencapai 6,4 derajat.
Kendati kalender telah memberi gambaran awal, pemerintah belum menetapkan secara resmi. Penentuan awal Ramadhan tetap menunggu hasil sidang isbat yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Februari 2026.
NU Menunggu Hasil Rukyatul Hilal
Hingga kini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama belum mengumumkan keputusan terkait awal puasa Ramadhan 2026. NU menggunakan metode hisab imkanur rukyah dengan menempatkan pengamatan langsung hilal sebagai faktor utama.
Dalam praktiknya, perhitungan astronomi dijadikan panduan awal, namun keputusan akhir sangat bergantung pada hasil rukyatul hilal di lapangan. NU juga dijadwalkan melakukan pemantauan hilal pada 17 Februari 2026 di berbagai titik pengamatan.
Laporan hasil rukyat dari daerah-daerah tersebut nantinya akan menjadi dasar PBNU dalam menetapkan dan mengumumkan secara resmi puasa pertama tahun 2026.
Penetapan Resmi Masih Ditunggu
Dengan adanya perbedaan metode penentuan awal bulan hijriah, potensi perbedaan awal puasa tetap terbuka. Masyarakat diimbau menunggu pengumuman resmi dari masing-masing otoritas keagamaan.
Keputusan final pemerintah akan disampaikan setelah sidang isbat, sementara NU akan mengumumkan hasilnya usai menerima laporan rukyatul hilal dari seluruh titik pemantauan.