Struk Rp600 Ribu di KKS BNI Ramai, BPNT Tahap 1 2026 Belum Cair Berdasarkan Cek SIKS-NG

Struk Rp600 Ribu di KKS BNI Ramai, BPNT Tahap 1 2026 Belum Cair Berdasarkan Cek SIKS-NG

uang-pixabay-

Media sosial belakangan diramaikan oleh beredarnya foto struk penarikan dana sebesar Rp600 ribu dari rekening Kartu Keluarga Sejahtera milik Bank BNI. Struk tersebut dikaitkan dengan dugaan pencairan Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT tahap pertama tahun 2026.

Informasi itu memicu banyak Keluarga Penerima Manfaat untuk segera mengecek saldo KKS masing-masing. Namun, kepastian mengenai kebenaran klaim pencairan BPNT tersebut perlu ditelaah lebih lanjut.

Fakta di Balik Struk Penarikan Rp600 Ribu



Meski struk yang beredar tercantum bertanggal 2 Februari 2026, hingga kini belum ada konfirmasi resmi bahwa dana tersebut merupakan BPNT tahap pertama 2026 yang mencakup periode Januari hingga Maret.

Berdasarkan penelusuran informasi terkini, belum ditemukan bukti valid yang menguatkan bahwa saldo pada struk tersebut berasal dari penyaluran BPNT terbaru. Dana tersebut berpotensi merupakan bantuan sosial jenis lain atau sisa saldo penyaluran periode sebelumnya.

Hasil pemantauan melalui sistem SIKS-NG menunjukkan bahwa penyaluran bantuan PKH dan BPNT tahap pertama masih berada pada tahapan administrasi.

Status Penyaluran Masih SPM


Mengacu pada data Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation atau SIKS-NG yang dikelola oleh :contentReference[oaicite:0]{index=0}, status penyaluran BPNT saat ini masih tercatat sebagai SPM atau Surat Perintah Membayar.

Status SPM menandakan bahwa dokumen pencairan bantuan telah diproses oleh kementerian terkait. Namun pada tahap ini, dana belum masuk ke rekening penerima karena masih berada dalam proses administrasi.

Dana bantuan baru dapat dicairkan setelah status berubah menjadi SI atau Standing Instruction. Pada fase tersebut, bank penyalur telah menerima instruksi pemindahbukuan sehingga dana dapat masuk ke rekening KKS penerima.

KPM Diminta Tidak Tergesa-gesa

Dengan kondisi tersebut, BPNT tahap pertama 2026 belum dapat dinyatakan cair secara resmi. KPM diimbau untuk tetap bersabar dan tidak terburu-buru mendatangi ATM atau agen bank sebelum status bantuan berubah menjadi SI.

Masyarakat juga diminta lebih waspada terhadap informasi yang beredar di media sosial dan memastikan kabar pencairan hanya melalui pendamping sosial setempat atau kanal resmi pemerintah.

Kesimpulan

Beredarnya struk penarikan Rp600 ribu di KKS :contentReference[oaicite:1]{index=1} belum dapat dipastikan sebagai bukti pencairan BPNT tahap pertama 2026. Berdasarkan hasil cek SIKS-NG, status bantuan masih SPM sehingga dana belum dicairkan secara menyeluruh.

Sumber:

l3

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya