Kabar Duka! K.H. Muhammad Hasan, B.A Ayah Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Muhammad Hasan Meningga Dunia pada Sabtu, 24 Januari 2026 di Bima NTB
Hasan-Instagram-
Kabar Duka! K.H. Muhammad Hasan, B.A Ayah Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Muhammad Hasan Meningga Dunia pada Sabtu, 24 Januari 2026 di Bima NTB. Kabar duka datang dari Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Ulama sepuh K.H. Muhammad Hasan, B.A., ayah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi RI Hamdan Zoelva, wafat pada Sabtu pagi, 24 Januari 2026, di kediamannya di Kampung Salama, Kota Bima.
Almarhum menghembuskan napas terakhir dalam usia 100 tahun. Kepergiannya berlangsung tenang dan mendadak, saat sebagian besar anggota keluarga berada di luar daerah.
Informasi wafatnya K.H. Muhammad Hasan disampaikan pihak keluarga dan telah dikonfirmasi kepada anak-anak almarhum. Sejumlah keluarga yang bermukim di Jakarta langsung bertolak menuju Bima pada hari yang sama.
Ulama Kharismatik Asal Parado
K.H. Muhammad Hasan lahir di Parado, wilayah selatan Kabupaten Bima, pada 31 Desember 1925. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai salah satu ulama berpengaruh di Bima dan Nusa Tenggara Barat.
Istri almarhum, Hj. Zainab H. Yakub, lebih dahulu wafat pada 27 Juli 2021. Hingga akhir hayatnya, K.H. Muhammad Hasan tetap aktif memimpin Pondok Pesantren Al Mukhlisshin di Paradorato, pesantren yang ia dirikan pada tahun 2000.
Jejak Panjang Pendidikan dan Pengabdian
Riwayat pendidikan almarhum dimulai dari Sekolah Rakyat hingga menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Cabang Bima. Ia juga sempat menempuh pendidikan di IAIN Alauddin sebelum menghentikan studi karena kendala administratif.
K.H. Muhammad Hasan menguasai bahasa Arab, Inggris, dan Jerman, yang sebagian dipelajarinya secara mandiri. Kemampuan tersebut mengantarkannya menjadi pengajar bahasa di sejumlah madrasah dan sekolah menengah di Bima.
Karier pengabdiannya di dunia pendidikan berlangsung sejak 1946. Ia pernah menjabat guru, kepala madrasah, hingga pengajar di MAN dan SMAN 1 Bima sebelum pensiun pada awal 1990-an.
Perintis Lembaga Pendidikan dan Sosial Keagamaan
Sepanjang hidupnya, almarhum dikenal aktif mendirikan dan mengembangkan lembaga pendidikan Islam. Beberapa madrasah, pesantren, serta yayasan pendidikan lahir dari inisiatif dan kepemimpinannya.
- Pendiri Madrasah Ibtidaiyah Daha di Kabupaten Dompu.
- Pendiri Madrasah Diniyah Suntu Bima.
- Pendiri dan Ketua Yayasan Para Muallim.
- Pimpinan Pondok Pesantren Al Mukhlisshin Parado.
Selain itu, sejak akhir 1980-an almarhum turut memprakarsai pembangunan enam masjid dan tiga musala di wilayah Bima dan sekitarnya.
Penghargaan dan Peran Adat
Dedikasi panjang K.H. Muhammad Hasan mendapat berbagai penghargaan dari pemerintah daerah dan lembaga pendidikan, termasuk Handayani Award Provinsi NTB serta sejumlah sertifikat pembinaan dan manajemen pendidikan.
Ia juga dipercaya sebagai anggota Majelis Adat Bima dengan kedudukan Jeneli Monta untuk wilayah Bima bagian selatan, peran yang diembannya hingga akhir hayat.
Baca juga: Profil Biodata Ranty Maria yang Resmi Menikah dengan Rayn Wijaya: Umur, Agama dan Akun Instagram