Apa Itu GERD Anxiety yang Ramai Diperdebatkan di Media Sosial hingga Psikiater Angkat Bicara
tanda tanya-BlenderTimer BlenderTimer-
Perbincangan soal GERD kembali menyita perhatian warganet. Setelah sebelumnya muncul klaim bahwa GERD dapat memicu serangan jantung, kini istilah GERD Anxiety ikut menjadi bahan perdebatan luas di media sosial.
Istilah tersebut ramai disebut-sebut sebagai kondisi yang berpotensi berkaitan dengan gangguan jantung, bahkan diklaim dapat menyebabkan henti napas dan henti jantung. Diskusi ini berkembang pesat hingga memancing respons dari tenaga medis, termasuk dokter spesialis jantung dan psikiater.
Awal Mula Istilah GERD Anxiety Mencuat
Polemik ini bermula dari unggahan edukasi dokter spesialis jantung Bobby melalui akun Threads pribadinya, @dr.bobbyjantung, pada Minggu, 25 Januari 2026. Dalam penjelasannya, ia menegaskan bahwa GERD bukan penyebab langsung penyakit jantung.
Utas tersebut menjadi sorotan publik setelah selebgram Lula Lahfah dikabarkan meninggal dunia akibat henti jantung. Di ruang digital, muncul spekulasi yang mengaitkan peristiwa tersebut dengan riwayat GERD.
Menanggapi pernyataan dokter Bobby, seorang pengguna Threads dengan akun @jumozaa menyebut adanya kondisi yang disebut GERD Anxiety. Ia mengklaim kondisi tersebut dapat memicu gangguan pernapasan hingga berujung pada henti jantung akibat kurangnya pasokan oksigen.
Klaim Warganet dan Reaksi Tenaga Medis
Pernyataan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah warganet lain sehingga istilah GERD Anxiety kian viral. Namun, klaim ini justru memunculkan klarifikasi dari kalangan profesional kesehatan jiwa.
Seorang psikiater dengan akun Threads @biandaspkj menjelaskan bahwa GERD Anxiety bukanlah diagnosis medis yang diakui dalam ilmu kejiwaan. Menurutnya, GERD dan gangguan kecemasan merupakan dua kondisi berbeda yang dapat saling memengaruhi, tetapi tidak digabungkan sebagai satu istilah klinis.
Penjelasan Medis soal GERD dan Kecemasan
Dalam praktik sehari-hari, istilah GERD Anxiety kerap digunakan masyarakat untuk menggambarkan rasa cemas yang muncul saat gejala GERD kambuh. Kondisi ini biasanya ditandai nyeri dada, sensasi terbakar, hingga sesak napas.
Gejala tersebut sering disalahartikan sebagai tanda serangan jantung, sehingga memicu kepanikan. Rasa panik inilah yang kemudian dikategorikan sebagai kecemasan atau anxiety.
Secara medis, kecemasan memang tidak sama dengan GERD. Anxiety berkaitan dengan kondisi mental, sementara GERD merupakan gangguan pada sistem pencernaan. Meski demikian, para ahli menyebut keduanya dapat muncul bersamaan.
Hubungan GERD dan Anxiety
- Kecemasan dapat melemahkan sfingter esofagus bagian bawah sehingga asam lambung mudah naik ke kerongkongan.
- Gangguan kecemasan dapat memengaruhi motilitas esofagus atau gerakan kerongkongan.
- Rasa cemas dapat meningkatkan sensitivitas terhadap nyeri dan produksi asam lambung.
Mekanisme tersebut menjelaskan mengapa gejala GERD bisa terasa lebih berat saat seseorang mengalami kecemasan berlebih. Namun, kondisi ini tidak serta-merta berarti ada penyakit baru bernama GERD Anxiety.