Kalender Hijriah 23 Januari 2026 Bertepatan 4 Syaban 1447 H dan Cara Nabi SAW Menyikapi Demam
kalender-pixabay-
Perbedaan sistem penanggalan Masehi dan Hijriah kerap memunculkan selisih tanggal dalam penentuan hari. Kalender Masehi disusun berdasarkan peredaran Matahari, sementara kalender Hijriah mengikuti pergerakan Bulan.
Dalam praktik sehari-hari, masyarakat Indonesia lebih sering merujuk kalender Masehi untuk aktivitas umum, termasuk hari libur nasional dan peringatan resmi. Meski begitu, kalender Hijriah tetap menjadi rujukan utama dalam pelaksanaan ibadah umat Islam.
Sejumlah ibadah penting, seperti puasa sunnah, Idul Fitri, hingga Idul Adha, sepenuhnya ditentukan berdasarkan penanggalan Hijriah. Karena itu, mengetahui konversi tanggal Hijriah setiap hari menjadi kebutuhan mendasar bagi umat Islam.
Konversi Kalender Hijriah 23 Januari 2026
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang disusun Kementerian Agama, bulan Januari 2026 beririsan dengan dua bulan Hijriah, yakni Rajab dan Syaban.
Rajab 1447 H berakhir pada Senin, 19 Januari 2026. Selanjutnya, bulan Syaban dimulai pada Selasa, 20 Januari 2026. Dalam sistem Hijriah, pergantian hari terjadi saat Matahari terbenam, sehingga awal Syaban sejatinya telah dimulai sejak Senin malam.
Mengacu pada ketentuan tersebut, pemerintah menetapkan Jumat, 23 Januari 2026, bertepatan dengan 4 Syaban 1447 Hijriah.
Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama juga menetapkan awal Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026, berdasarkan hasil rukyah. Dengan demikian, NU menetapkan 23 Januari 2026 sebagai 4 Syaban 1447 H.
Sementara itu, Muhammadiyah melalui Kalender Hijriah Global Tunggal menyebut Syaban 1447 H dimulai pada 20 Januari 2026 dan berlangsung selama 29 hari. Dengan ketetapan tersebut, Muhammadiyah juga menetapkan 23 Januari 2026 bertepatan dengan 4 Syaban 1447 H.
Gambaran Umum Tentang Demam
Demam merupakan kondisi meningkatnya suhu tubuh di atas batas normal, umumnya melebihi 38 derajat Celsius. Hampir setiap orang pernah mengalaminya, baik akibat infeksi maupun faktor lingkungan.
Gejala demam dapat berupa tubuh menggigil, berkeringat, nyeri otot, hingga rasa lemah. Penyebabnya beragam, mulai dari flu, infeksi saluran pernapasan, radang tenggorokan, hingga paparan panas berlebih.
Tidak semua demam memerlukan pengobatan khusus. Dalam beberapa kasus, demam dapat mereda dengan istirahat dan asupan cairan yang cukup. Namun, pada kondisi tertentu, penanganan medis tetap diperlukan.
Baca juga: Apakah Film Mercy (2026) Dibintangi Chris Pratt Lanjut Season 2?