Dearly Djoshua Balik Menyerang Ari Lasso: Bongkar Pengorbanan, Intimidasi Digital, dan Tuntutan agar Mantan Vokalis Dewa 19 Bersikap Jantan
Dearly-Instagram-
Dearly Djoshua Balik Menyerang Ari Lasso: Bongkar Pengorbanan, Intimidasi Digital, dan Tuntutan agar Mantan Vokalis Dewa 19 Bersikap Jantan
Drama percintaan antara penyanyi senior Ari Lasso dan kekasih lamanya, Dearly Djoshua, kembali memanas di jagat maya. Setelah sebelumnya dikabarkan hubungan mereka telah berakhir, keduanya justru saling melempar tuduhan melalui media sosial—mengungkit masa lalu, pengorbanan, hingga dugaan sikap tidak dewasa dari sang mantan vokalis legendaris Dewa 19 tersebut.
Alih-alih menjaga privasi usai putus, konflik keduanya justru berkembang menjadi pertunjukan publik yang sarat emosi. Yang terbaru, Dearly Djoshua angkat suara dengan nada tajam, menolak permintaan Ari Lasso untuk menghapus seluruh unggahan foto kebersamaan mereka—terutama momen liburan romantis di Bali—dari akun Instagram pribadinya.
Permintaan yang Dianggap “Plin-Plan” dan Penuh Manipulasi Emosional
Dalam pernyataan tertulis yang beredar luas di media sosial pada Senin (12/1/2026), Dearly menyatakan kesiapannya untuk menghapus foto-foto tersebut. Namun, ia tak segan memberikan peringatan keras kepada Ari Lasso agar tidak lagi bersikap inkonsisten.
“Nanti jangan diputer lagi bilang saya cewek tua, suka bolak-balik apus dan timbulin foto ya. Ada loh chat-nya di WA kalau kamu lagi marah suruh apus foto, nanti kalau udah baikan kamu suruh munculin lagi,” tulis Dearly, menyoroti pola perilaku mantan kekasihnya yang dianggap manipulatif.
Menurut Dearly, ini bukan kali pertama Ari memintanya menghapus konten bersama saat sedang emosi. Namun, begitu hubungan membaik, permintaan itu berubah—ia diminta mengunggah ulang momen-momen tersebut seolah tak pernah terjadi konflik. Pola ini, menurutnya, mencerminkan ketidakmatangan emosional dalam menjalani hubungan.
Pengorbanan Tak Terlihat: Begadang Edit Konten hingga Urus Kebutuhan Sehari-hari
Lebih jauh, Dearly membongkar sisi gelap hubungan yang selama ini tampak harmonis di mata publik. Ia mengungkap bahwa selama berpacaran, dirinya kerap menuruti setiap permintaan Ari—bahkan sampai rela begadang demi mengedit konten sesuai keinginan sang musisi.
Namun, pengorbanan itu tak berhenti di ranah digital. Dearly juga menyinggung periode ketika Ari sedang sakit. Ia mengaku merawat mantan kekasihnya secara intensif, mulai dari menyiapkan makanan hingga membantunya menggunakan pispot setiap pagi dan malam hari.
“Setiap hari saya enggak kerja berapa bulan, kantor enggak saya tengok, saya urusin kamu dari mulai pipis di pispot tiap pagi sampe malem (selama sakit),” ungkapnya dengan nada getir, menegaskan bahwa dedikasinya selama ini jauh melampaui sekadar pasangan biasa.
Klarifikasi Isu “Materi”: Dearly Klaim Justru Sering Keluarkan Uang Pribadi
Tak hanya soal perawatan, Dearly juga membantah tudingan yang menyebut dirinya sebagai sosok “matre” atau materialistis. Justru sebaliknya, ia mengklaim sering mengeluarkan uang pribadi untuk memenuhi kebutuhan Ari Lasso tanpa pernah meminta balasan—apalagi mengungkitnya usai putus.
Sebagai bentuk transparansi, Dearly bahkan menyatakan telah mengembalikan seluruh hadiah dan uang yang pernah diberikan Ari kepadanya—termasuk barang-barang pemberian sejak tahun 2020.
“Semua uang, barang-barang HADIAH dari kamu sampe buku yang kamu kasih tahun 2020 KAMU MINTA KEMBALIIN semua sudah aku kembalikan, kok diem aja?” tanyanya retoris, seolah menantang Ari untuk bersikap terbuka.
Serangan Digital dan Tuduhan “Gaya Preman”
Yang paling mengejutkan, Dearly mengecam cara Ari Lasso berkomunikasi di ruang publik pasca-putus. Ia menyebut pendekatan mantan kekasihnya di media sosial terkesan mengintimidasi dan tidak mencerminkan kedewasaan seorang figur publik.
“Gaya kamu kayak preman ke saya, kalau mau gaya preman ngancem-ngancem segala coba ke laki-laki deh pak, jangan ke perempuan,” sindir Dearly tegas.
Pernyataan ini langsung memicu reaksi luas di media sosial. Netizen terbelah antara yang mendukung Dearly atas keberaniannya membela diri, dan yang tetap mempertanyakan validitas narasi dari kedua belah pihak.