Thom Haye Dapat Ancaman Pembunuhan Usai Bawa Persib Kalahkan Persija: Saya Mohon, Hentikan Ini!

Thom Haye Dapat Ancaman Pembunuhan Usai Bawa Persib Kalahkan Persija: Saya Mohon, Hentikan Ini!

Thom-Instagram-

Thom Haye Dapat Ancaman Pembunuhan Usai Bawa Persib Kalahkan Persija: Saya Mohon, Hentikan Ini!
Kemenangan tipis 1-0 Persib Bandung atas rival abadinya, Persija Jakarta, dalam laga derbi Minggu (11/1/2026) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) seharusnya menjadi momen penuh sukacita bagi Maung Bandung dan jutaan Bobotoh. Namun, di balik euforia kemenangan itu, gelandang asal Belanda, Thom Haye, justru mengungkap sisi kelam yang tak pernah seharusnya menyentuh dunia sepak bola: ancaman pembunuhan terhadap dirinya dan keluarganya.

Haye, yang tampil gemilang sebagai motor serangan Persib dalam laga tersebut, awalnya menyampaikan rasa bangganya terhadap performa tim dan dukungan luar biasa dari para suporter. Namun, sorot matanya berubah serius ketika ia membuka suara soal insiden di luar lapangan yang membuatnya merasa tidak aman—bahkan hingga menyangkut keselamatan keluarganya yang berada jauh di Eropa.



Kemenangan Bersejarah di Tengah Tekanan Emosional
Bagi Haye, kemenangan atas Persija bukan sekadar tiga poin biasa. Ini adalah simbol kebangkitan semangat tim di tengah tekanan kompetisi Liga 1 yang semakin ketat. Ia menyebut atmosfer GBLA malam itu sebagai salah satu yang paling intens yang pernah ia rasakan sejak bergabung dengan Persib.

“Kami memenangkan derby hari ini, dan saya sangat bangga—bukan hanya pada tim, tapi juga pada Bobotoh,” ujarnya usai pertandingan. “Dukungan mereka luar biasa. Mereka memberi kami energi ekstra untuk bertarung sampai detik terakhir.”

Namun, di balik senyum kemenangan, Haye menyimpan beban berat. Dalam wawancara yang penuh emosi, ia mengungkap bahwa dirinya menerima pesan-pesan bernada ancaman, termasuk ancaman kematian, yang ditujukan langsung kepadanya dan bahkan keluarganya di Belanda.


“Sepak Bola Tak Seharusnya Sampai Sejauh Ini”
Dengan suara yang terdengar tegang namun tetap tenang, Haye meminta agar para pelaku pengiriman ancaman segera menghentikan aksi mereka. Ia menegaskan bahwa meskipun dirinya siap menerima kritik sebagai seorang profesional, batas kemanusiaan tak boleh dilanggar.

“Saya bisa menerima banyak hal sebagai pemain sepak bola—kritik, ejekan, bahkan cemoohan di tribun. Tapi saya dengan hormat memohon kepada siapa pun yang mengirimkan ancaman kematian dan pesan-pesan mengerikan kepada keluarga saya… hentikan ini,” kata Haye, suaranya bergetar.

Ia menambahkan, “Sepak bola seharusnya tidak pernah sampai sejauh ini. Ini olahraga yang menyatukan, bukan memecah belah. Ini tempat untuk gairah, bukan kebencian.”

Potensi Besar Sepak Bola Indonesia yang Perlu Dilindungi
Meski sedang menghadapi situasi personal yang sulit, Haye tetap menunjukkan optimisme terhadap masa depan sepak bola Tanah Air. Ia percaya bahwa Indonesia memiliki potensi luar biasa—baik dari segi talenta pemain, antusiasme suporter, maupun infrastruktur yang terus berkembang.

“Saya benar-benar percaya bahwa sepak bola Indonesia memiliki potensi besar,” ungkapnya. “Gairah dan atmosfer di stadion-stadion di sini sangat istimewa. Ini sesuatu yang jarang ditemukan di negara lain.”

Namun, menurutnya, potensi itu hanya akan sia-sia jika lingkungan sepak bola tidak dibersihkan dari perilaku destruktif seperti teror, ujaran kebencian, dan ancaman kekerasan—terutama yang menyasar keluarga pemain.

Seruan untuk Lingkungan Sepak Bola yang Lebih Sehat
Di penghujung pernyataannya, Haye mengajak seluruh elemen sepak bola Indonesia—pemain, pelatih, ofisial, media, dan terutama suporter—untuk bersama-sama menciptakan ekosistem yang lebih sehat dan positif.

“Mari kita bangun bersama lingkungan sepak bola yang lebih baik: untuk para pemain, untuk para penggemar, dan terutama untuk masa depan sepak bola Indonesia,” ajaknya.

Pernyataan Haye mendapat respons luas di media sosial. Ribuan Bobotoh menyatakan dukungan dan mengecam segala bentuk ancaman terhadap pemain asing yang telah berkontribusi bagi tim kesayangan mereka. Tagar #StopAncamanUntukThomHaye sempat menjadi trending di Twitter Indonesia pada Senin pagi (12/1).

Persib dan PSSI Diminta Bertindak Tegas
Insiden ini pun memicu desakan dari berbagai kalangan agar otoritas sepak bola nasional, termasuk PT LIB dan PSSI, segera mengambil langkah konkret. Banyak pihak menilai bahwa perlindungan terhadap pemain—terutama dari ancaman digital—harus menjadi prioritas utama dalam upaya memprofesionalkan Liga 1.

“Kalau pemain asing saja tak merasa aman, bagaimana dengan pemain lokal? Ini cerminan buruk dari budaya suporter kita,” tulis seorang pengamat sepak bola di kolom komentarnya.

Baca juga: Apakah Smartphone Akan Digeser oleh AI dan Smart Home? Inilah Teknologi Baru yang Dipamerkan Samsung untuk Masa Depan Digital di CIS 2026

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya