Apakah Smartphone Akan Digeser oleh AI dan Smart Home? Inilah Teknologi Baru yang Dipamerkan Samsung untuk Masa Depan Digital di CIS 2026

Apakah Smartphone Akan Digeser oleh AI dan Smart Home? Inilah Teknologi Baru yang Dipamerkan Samsung untuk Masa Depan Digital di CIS 2026

Samsung-Instagram-

Apakah Smartphone Akan Digeser oleh AI dan Smart Home? Inilah Teknologi Baru yang Dipamerkan Samsung untuk Masa Depan Digital di CIS 2026

Di tengah hiruk-pikuk inovasi teknologi global, Samsung kembali mencuri perhatian dunia lewat penampilannya yang spektakuler di ajang Consumer Innovation Show (CIS) 2026. Namun kali ini, fokus raksasa teknologi asal Korea Selatan itu bukan pada peluncuran ponsel pintar terbaru, melainkan pada visi radikal tentang bagaimana kehidupan sehari-hari akan berubah dalam dekade mendatang.



Dengan mengusung tema besar “AI Experiences Everywhere for Everyone”, Samsung menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan pendamping aktif dalam setiap aspek kehidupan—dari dapur hingga ruang tamu, dari kesehatan hingga hiburan. Pertanyaan pun muncul: apakah smartphone masih akan menjadi pusat ekosistem digital kita, atau justru digantikan oleh perangkat rumah pintar dan AI yang semakin canggih?

Kulkas Pintar Jadi Pusat Informasi Keluarga
Salah satu sorotan utama di stan Samsung adalah kulkas pintar generasi terbaru, yang kini bukan hanya tempat menyimpan bahan makanan, tetapi menjadi nerve center rumah modern. Dengan integrasi penuh ke dalam ekosistem SmartThings, kulkas ini dilengkapi kamera internal berbasis AI Vision yang mampu mengenali isi secara otomatis.

Tak hanya itu, pengguna kini bisa melakukan panggilan video langsung dari layar kulkas menggunakan asisten virtual Bixby—lengkap dengan fitur live translation real-time untuk komunikasi lintas bahasa. Lebih menarik lagi, sistem Voice ID memungkinkan setiap anggota keluarga memiliki profil personal yang ditampilkan di layar, termasuk jadwal harian, rekomendasi nutrisi, hingga pengingat ulang tahun.


Bahkan, saat bahan makanan mulai menipis, AI dapat merekomendasikan resep berdasarkan stok yang tersedia, lalu mengirim instruksi langsung ke oven pintar untuk memulai proses memasak—semua tanpa sentuhan tangan.

TV yang “Mengerti” Konteks, Bukan Sekadar Menayangkan Gambar
Samsung juga memperkenalkan konsep revolusioner Vision AI Companion untuk televisi masa depan. TV kini tak lagi pasif. Saat menonton pertandingan sepak bola, penonton bisa bertanya, “Siapa pemain nomor 7 itu?” atau “Kenapa penonton bersorak tadi?”, dan AI akan memberikan jawaban instan dengan data kontekstual.

Dalam acara memasak, sistem AI mampu menganalisis adegan secara real-time, mengidentifikasi bahan yang digunakan, lalu menampilkan resep lengkap di layar—bahkan menyinkronkannya dengan preferensi diet pengguna yang tersimpan di ponsel. Semua ini menunjukkan bahwa TV masa depan adalah asisten interaktif, bukan sekadar alat hiburan.

Layar Transparan hingga TV Raksasa 130 Inci
Di sisi tampilan visual, Samsung memamerkan terobosan teknologi microLED transparan, yang ideal untuk etalase ritel modern. Layar ini memungkinkan iklan digital muncul seolah melayang di udara, menciptakan pengalaman belanja imersif tanpa menghalangi pandangan ke produk fisik.

Sementara itu, TV micro RGB berukuran 130 inci diperkenalkan sebagai yang terbesar di dunia—menawarkan resolusi ultra-tinggi dengan akurasi warna yang belum pernah ada sebelumnya. Perangkat ini ditujukan untuk pasar premium, termasut bioskop rumahan dan ruang hiburan eksklusif.

Tak ketinggalan, Galaxy VR Headset menjadi gambaran nyata tentang bagaimana interaksi manusia dengan dunia digital akan berevolusi di luar layar ponsel dan TV konvensional.

Layar Lipat Tanpa Lipatan? Ini Bocoran Galaxy Fold Masa Depan
Bagi penggemar perangkat lipat, Samsung memberikan petunjuk kuat tentang arah pengembangan seri Galaxy Z Fold berikutnya. Teknologi “advanced creaseless display” yang dipamerkan nyaris menghilangkan garis lipatan yang selama ini menjadi tantangan utama di kategori ini.

Selain itu, Samsung juga menyediakan area edukasi interaktif yang membandingkan OLED vs LCD secara visual dan teknis—membantu konsumen memahami perbedaan kualitas gambar, efisiensi energi, dan umur pakai layar.

Smart Home yang Lebih Cerdas, Lebih Aman
Di sektor rumah pintar, Samsung memperkuat platform SmartThings dengan fitur keamanan canggih. Sistem kini mampu mendeteksi keberadaan orang asing melalui kamera pintar dan sensor gerak. Jika terdeteksi ancaman, lampu dan TV otomatis menyala untuk menciptakan ilusi bahwa rumah sedang dihuni—strategi efektif untuk mencegah pencurian.

Yang menarik, semua fungsi ini tetap dikendalikan dari smartphone, bahkan ketika pemilik berada di luar negeri. Artinya, meski perangkat rumah semakin otonom, ponsel tetap menjadi remote control utama bagi seluruh ekosistem.

AI untuk Kesehatan: Dari Otak hingga Hewan Peliharaan
Inovasi Samsung tak berhenti di hiburan dan keamanan. Di bidang kesehatan, mereka memperkenalkan konsep Care Companion—sistem AI yang mengintegrasikan data dari ponsel, jam tangan pintar, dan perangkat wearable lainnya.

AI ini mampu memetakan fungsi kognitif otak, menganalisis pola tidur, mendeteksi stres, hingga memberikan skor kesehatan harian. Rekomendasi latihan kognitif disesuaikan dengan usia dan kondisi pengguna—termasuk untuk lansia yang rentan terhadap penurunan daya ingat.

Yang unik, sistem ini juga mencakup pemantauan kesehatan hewan peliharaan, menunjukkan betapa holistiknya visi Samsung tentang “kehidupan yang didukung AI”.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya