Jakarta Kembali Diguyur Hujan Deras, Transportasi dan Aktivitas Warga Terganggu

Jakarta Kembali Diguyur Hujan Deras, Transportasi dan Aktivitas Warga Terganggu

banjir-pixabay-

Jakarta Kembali Diguyur Hujan Deras, Transportasi dan Aktivitas Warga Terganggu

Hujan deras yang tak kunjung reda sejak pagi hari terus mengguyur berbagai kawasan di Ibu Kota. Cuaca ekstrem ini tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga berdampak signifikan pada sistem transportasi publik dan arus lalu lintas di Jakarta.



Berdasarkan pantauan langsung Beritasatu.com pada Senin (12/1/2025), hujan lebat masih melanda sejumlah wilayah strategis di Jakarta, termasuk Kalibata, Cawang, Tebet, hingga Manggarai. Intensitas curah hujan yang tinggi membuat langit Jakarta tampak kelabu sepanjang hari, sementara genangan air mulai terlihat di beberapa titik jalan.

KRL Jabodetabek Alami Gangguan Operasional
Salah satu dampak paling terasa akibat cuaca buruk ini adalah terganggunya jadwal operasional Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek. Di Stasiun Manggarai—salah satu simpul transportasi terpadu terpenting di Jakarta—petugas terpaksa bekerja ekstra untuk mengatur antrean penumpang yang membludak akibat keterlambatan keberangkatan kereta.

Biasanya, kereta yang dijadwalkan berangkat dari Stasiun Manggarai menuju arah Tanah Abang dan Angke sudah siap tepat waktu. Namun, karena kondisi cuaca dan potensi gangguan teknis akibat hujan, kereta tersebut masih tertahan di Stasiun Buaran. Untuk menghindari penumpukan penumpang di peron bawah, petugas stasiun mengambil keputusan cepat dengan mengalihkan penumpang ke kereta lain yang baru saja tiba dari arah Angke.


“Ayo, penumpang segera naik ke kereta yang baru sampai biar tidak penuh!” seru salah satu petugas sambil mengarahkan kerumunan warga yang tampak basah kuyup dan kesal karena keterlambatan.

Langkah antisipatif ini berhasil mencegah kepadatan berlebih di peron, meski tetap menimbulkan sedikit kebingungan di kalangan penumpang yang tidak terbiasa dengan perubahan mendadak jadwal perjalanan.

Pejalan Kaki Berteduh, Sebagian Nekat Terobos Hujan
Sementara itu, di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat—salah satu koridor bisnis paling sibuk di Ibu Kota—hujan deras membuat aktivitas di luar ruangan menjadi tidak nyaman. Banyak pejalan kaki memilih berteduh di halte bus, gerai minimarket, atau bahkan di bawah overpass demi menghindari guyuran air hujan yang tak kunjung reda.

Halte-halte bus yang biasanya sepi di jam-jam kerja kini dipenuhi warga yang menunggu hujan reda. Beberapa di antara mereka terlihat memegang ponsel sambil sesekali mengecek prakiraan cuaca melalui aplikasi BMKG. Namun, tak sedikit pula yang nekat menerobos hujan dengan berlari atau berjalan cepat, mengandalkan payung seadanya atau jas hujan plastik murah.

“Kalau nunggu reda, bisa-bisa saya telat meeting penting,” ujar Rina, seorang karyawan swasta yang terlihat bergegas menuju gedung perkantoran di kawasan Semanggi.

Lalu Lintas Relatif Lancar Meski Hujan Tak Henti
Di tengah cuaca yang tidak bersahabat, arus lalu lintas di jalur strategis seperti Gatot Subroto menuju Slipi—termasuk di ruas tol dalam kota—terpantau relatif lancar. Kendati hujan deras mengguyur sepanjang rute, tidak terjadi kemacetan parah atau genangan signifikan yang menghambat pergerakan kendaraan.

Para pengemudi tampak lebih waspada, memperlambat laju kendaraan, dan menjaga jarak aman. Sementara itu, petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga dilaporkan telah menyiagakan tim tanggap darurat di titik-titik rawan banjir untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya