Daftar Lengkap Pemenang Golden Globe 2026: Pertemuan Lisa BLACKPINK dan Ariana Grande yang Memukau

Daftar Lengkap Pemenang Golden Globe 2026: Pertemuan Lisa BLACKPINK dan Ariana Grande yang Memukau

Golden-Instagram-

Daftar Lengkap Pemenang Golden Globe 2026: Pertemuan Lisa BLACKPINK dan Ariana Grande yang Memukau

Malam penuh gemerlap dan emosi kembali menyelimuti Beverly Hills saat Golden Globe Awards ke-83 digelar di The Beverly Hilton. Ajang penghargaan bergengsi yang diselenggarakan oleh Hollywood Foreign Press Association (HFPA) ini tidak hanya menjadi barometer awal musim Oscar, tetapi juga panggung bagi para sineas, aktor, dan kreator konten global untuk menunjukkan keunggulan artistik mereka. Tahun ini, Golden Globe 2026 mencatat sejumlah kejutan besar, dominasi film independen, serta kemenangan bersejarah dari produksi non-Inggris dan animasi bertema budaya pop Asia.



Berikut adalah daftar lengkap pemenang dan nominasi Golden Globe 2026 dalam kategori film dan televisi, disajikan secara mendalam dengan analisis konteks industri dan tren budaya yang melingkupinya.

KATEGORI FILM: Drama, Komedi, hingga Prestasi Sinematik Global
Film Terbaik – Drama
Piala tertinggi dalam kategori drama direbut oleh Hamnet, sebuah adaptasi sastra yang menyentuh tentang keluarga William Shakespeare pasca-kematian putranya. Sutradara Chloé Zhao berhasil menghadirkan narasi intim yang dipadukan dengan visualisme puitis—ciri khasnya sejak Nomadland.

Nominasi:


Frankenstein (Guillermo del Toro)
It Was Just an Accident
The Secret Agent
Sentimental Value
Sinners
Film Terbaik – Musikal atau Komedi
Gelar ini jatuh kepada One Battle After Another, proyek ambisius Paul Thomas Anderson yang menggabungkan humor gelap, musik eksperimental, dan kritik sosial tajam. Film ini menjadi favorit kritikus sejak tayang perdana di Festival Film Toronto 2025.

Nominasi:

Blue Moon
Bugonia
Marty Supreme
No Other Choice
Nouvelle Vague
Film Terbaik (Nonbahasa Inggris)
Dalam langkah yang mengejutkan namun disambut hangat, The Secret Agent—film berbahasa Inggris yang diadaptasi dari novel Joseph Conrad namun diproduksi oleh tim Eropa—meraih penghargaan ini. Keputusan HFPA menuai diskusi luas di media sosial, terutama karena film tersebut secara teknis bukan “non-Inggris,” meski memiliki nuansa internasional kuat.

Nominasi:

It Was Just an Accident
No Other Choice
Sentimental Value
Sirât
The Voice of Hind Rajab
Film Animasi Terbaik
Kemenangan K-Pop Demon Hunters menjadi sorotan utama malam itu. Animasi kolaborasi Korea-Amerika ini menggabungkan estetika K-pop modern dengan mitologi urban dan aksi supernatural, menandai era baru dalam ekspansi global animasi Asia. Ini juga pertama kalinya film bertema K-pop memenangkan Golden Globe.

Nominasi:

Arco
Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – Infinity Castle
Elio
Little Amélie or the Character of Rain
Zootopia 2
AKTING: Bintang-Bintang yang Bersinar di Panggung Emas
Aktris Terbaik – Drama
Jessie Buckley membawa pulang trofi berkat penampilannya yang intens dan rapuh sebagai istri Shakespeare dalam Hamnet. Performanya disebut-sebut sebagai “salah satu yang paling humanis dalam dekade ini.”

Nominasi:

Jennifer Lawrence (Die, My Love)
Renate Reinsve (Sentimental Value)
Julia Roberts (After the Hunt)
Tessa Thompson (Hedda)
Eva Victor (Sorry, Baby)
Aktor Terbaik – Drama
Wagner Moura, dikenal lewat Narcos, menunjukkan kedalaman akting luar biasa dalam The Secret Agent, memerankan tokoh mata-mata yang terjebak dalam dilema moral abadi. Kemenangannya dianggap sebagai pengakuan atas transformasi karier sang aktor Brasil ke ranah seni arus utama global.

Nominasi:

Joel Edgerton (Train Dreams)
Oscar Isaac (Frankenstein)
Dwayne Johnson (The Smashing Machine)
Michael B. Jordan (Sinners)
Jeremy Allen White (Springsteen: Deliver Me From Nowhere)
Aktris Terbaik – Musikal/Komedi
Rose Byrne memukau penonton dengan perannya yang eksentrik namun menyentuh dalam If I Had Legs I’d Kick You, sebuah komedi absurd tentang penyandang disabilitas yang menemukan suara politiknya. Penampilannya dipuji karena menghindari stereotip dan menawarkan representasi autentik.

Nominasi:

Cynthia Erivo (Wicked: For Good)
Kate Hudson (Song Sung Blue)
Chase Infiniti (One Battle After Another)
Amanda Seyfried (The Testament of Ann Lee)
Emma Stone (Bugonia)
Aktor Terbaik – Musikal/Komedi
Timothée Chalamet sekali lagi membuktikan fleksibilitasnya dengan memerankan tokoh fiksi Jay Kelly dalam Marty Supreme. Karakter eksentrik ala Andy Warhol ini menampilkan sisi komedi satir yang belum pernah ia tunjukkan sebelumnya.

Nominasi:

George Clooney (Jay Kelly)
Leonardo DiCaprio (One Battle After Another)
Ethan Hawke (Blue Moon)
Lee Byung-hun (No Other Choice)
Jesse Plemons (Bugonia)
PERAN PENDUKUNG & PRESTASI TEKNIS
Aktris Pendukung Terbaik
Teyana Taylor, penyanyi R&B yang beralih ke akting, mencuri perhatian lewat perannya sebagai ibu pejuang dalam One Battle After Another. Penampilannya singkat namun berdampak emosional tinggi.

Nominasi:

Emily Blunt (The Smashing Machine)
Elle Fanning (Sentimental Value)
Ariana Grande (Wicked: For Good)
Inga Ibsdotter Lilleaas (Sentimental Value)
Amy Madigan (Weapons)
Aktor Pendukung Terbaik
Stellan Skarsgård, veteran Swedia, meraih penghargaan pertamanya di Golden Globe berkat perannya yang tenang namun penuh misteri dalam Sentimental Value. Usia 74 tahun tak menghalanginya menciptakan karakter yang sulit dilupakan.

Nominasi:

Benicio Del Toro (One Battle After Another)
Jacob Elordi (Frankenstein)
Paul Mescal (Hamnet)
Sean Penn (One Battle After Another)
Adam Sandler (Jay Kelly)
Sinematik dan Box Office Achievement
Penghargaan baru yang diperkenalkan tahun ini—menggantikan kategori “Box Office”—diberikan kepada Sinners, film thriller religius Ryan Coogler yang meraup lebih dari $800 juta secara global. HFPA menekankan bahwa penghargaan ini menghargai keseimbangan antara kesuksesan komersial dan dampak budaya.

Nominasi:

Avatar: Fire and Ash
F1
K-Pop Demon Hunters
Mission: Impossible – The Final Reckoning
Weapons
Wicked: For Good
Zootopia 2
SUTRADARA, SKENARIO, DAN MUSIK: Jiwa di Balik Layar
Sutradara Terbaik
Paul Thomas Anderson dinobatkan sebagai sutradara terbaik berkat visi artistiknya yang koheren dan inovatif dalam One Battle After Another. Ini adalah kemenangan pertamanya di Golden Globe setelah tujuh nominasi sepanjang kariernya.

Nominasi:

Ryan Coogler (Sinners)
Guillermo del Toro (Frankenstein)
Jafar Panahi (It Was Just an Accident)
Joachim Trier (Sentimental Value)
Chloé Zhao (Hamnet)
Skenario Terbaik
Anderson juga membawa pulang penghargaan untuk skenario orisinal—menjadi satu-satunya individu yang memenangkan dua kategori utama malam itu. Naskahnya dipuji karena struktur non-linear yang cerdas dan dialog yang penuh ironi sosial.

Nominasi:

Ronald Bronstein & Josh Safdie (Marty Supreme)
Ryan Coogler (Sinners)
Jafar Panahi (It Was Just an Accident)
Eskil Vogt & Joachim Trier (Sentimental Value)
Chloé Zhao & Maggie O’Farrell (Hamnet)
Lagu Asli Terbaik
Lagu tema K-Pop Demon Hunters yang diciptakan oleh tim penulis lagu Korea dan komposer Broadway Mark Sonnenblick memenangkan kategori ini. Lagu tersebut—berjudul “Demon Star”—menjadi viral global bahkan sebelum rilis resmi filmnya.

Nominasi:

“Dream as One” – Avatar: Fire and Ash
“I Lied to You” – Sinners
“No Place Like Home” – Wicked: For Good
“The Girl in the Bubble” – Wicked: For Good
“Train Dreams” – Train Dreams
Original Score Terbaik
Ludwig Göransson, komposer langganan Ryan Coogler, kembali bersinar lewat partitur epik nan gelap untuk Sinners. Musiknya menggabungkan paduan suara Gregorian dengan synthwave modern—menciptakan atmosfer spiritual yang unik.

Nominasi:

Alexandre Desplat (Frankenstein)
Jonny Greenwood (One Battle After Another)
Kanding Ray (Sirât)
Max Richter (Hamnet)
Hans Zimmer (F1)
KATEGORI TELEVISI: Dominasi Serial Berkualitas Tinggi
Serial Terbaik – Drama
The Pitt, drama medis baru dari NBC yang dibintangi Noah Wyle, mengejutkan banyak pihak dengan mengalahkan favorit seperti The Last of Us dan Severance. Serial ini dipuji karena realisme medis dan narasi yang mengangkat isu sistem kesehatan AS.

Nominasi:

The Diplomat
Pluribus
Severance
Slow Horses
The White Lotus
Serial Terbaik – Komedi atau Musikal
The Studio, satire tajam tentang industri perfilman Hollywood, menjadi juara berkat naskah cerdas dan chemistry para pemainnya. Serial ini sering disebut sebagai “Succession versi komedi.”

Nominasi:

Abbott Elementary
The Bear
Hacks
Nobody Wants This
Only Murders in the Building
Seri Terbatas Terbaik
Adolescence, miniseri psikologis dari Inggris yang mengeksplorasi trauma remaja, memenangkan penghargaan ini. Setiap episodenya disutradarai oleh sutradara berbeda, menciptakan palet visual yang beragam namun konsisten secara emosional.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya