Harga Emas di Pegadaian 12 Januari 2026: Antam Absen Lagi, UBS dan Galeri 24 Jadi Andalan

Harga Emas di Pegadaian 12 Januari 2026: Antam Absen Lagi, UBS dan Galeri 24 Jadi Andalan

Emas Antam--

Harga Emas di Pegadaian 12 Januari 2026: Antam Absen Lagi, UBS dan Galeri 24 Jadi Andalan

Di awal pekan ini, masyarakat yang berencana membeli atau menjual emas batangan melalui PT Pegadaian (Persero) perlu mencermati perkembangan harga terbaru. Pasalnya, pada Senin (12/1/2026), Pegadaian kembali tidak mencantumkan daftar harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di laman resminya, Sahabat Pegadaian. Situasi ini bukan kali pertama terjadi—dan menjadi sorotan publik mengingat Antam selama ini dikenal sebagai salah satu merek emas batangan paling populer di Indonesia.



Antam Kembali “Menghilang” dari Daftar Harga Pegadaian
Sejak pagi hari, pengunjung situs Sahabat Pegadaian menemukan kolom harga emas Antam dalam keadaan kosong. Tidak hanya untuk ukuran 1 gram atau 5 gram, tetapi seluruh varian—mulai dari yang terkecil 0,5 gram hingga yang terbesar 1.000 gram—semuanya tidak tersedia. Ketiadaan informasi ini memicu tanda tanya di kalangan investor logam mulia dan nasabah setia Pegadaian.

Padahal, biasanya harga emas Antam menjadi acuan utama karena reputasinya yang kuat, sertifikasi LBMA (London Bullion Market Association), serta likuiditas tinggi di pasar domestik maupun internasional. Ketidakhadirannya di platform resmi Pegadaian tentu menimbulkan ketidakpastian, terutama bagi mereka yang ingin melakukan transaksi jual-beli secara cepat dan aman.

Menariknya, kondisi serupa pernah terjadi sebelumnya. Pada periode 26 Mei hingga 1 Agustus 2025—lebih dari dua bulan—emas Antam juga absen dari daftar harga Pegadaian. Saat itu, banyak spekulasi bermunculan, mulai dari kendala pasokan, perubahan regulasi impor, hingga isu restrukturisasi distribusi. Namun, pihak Pegadaian maupun Antam tidak memberikan penjelasan resmi secara detail.


UBS dan Galeri 24 Jadi Alternatif Utama
Meski Antam tak tersedia, Pegadaian tetap menyediakan opsi emas batangan dari produsen lain yang tak kalah berkualitas. Dua merek utama yang kini menjadi andalan adalah PT Untung Bersama Sejahtera (UBS) dan Galeri 24, keduanya telah mendapatkan sertifikasi dari LBMA dan diakui secara nasional.

Untuk emas batangan UBS, Pegadaian menawarkan harga sebagai berikut:

0,5 gram: Rp 1.447.000
1 gram: Rp 2.676.000
Sementara itu, emas Galeri 24—yang diproduksi oleh anak usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI)—dijual dengan harga sedikit lebih kompetitif:

0,5 gram: Rp 1.375.000
1 gram: Rp 2.622.000
Perbedaan harga antara kedua merek ini relatif kecil, namun bisa menjadi pertimbangan penting bagi pembeli yang sensitif terhadap margin keuntungan, terutama jika berniat untuk investasi jangka pendek atau trading harian.

Mengapa Harga Emas Fluktuatif?
Harga emas di Pegadaian—seperti di pasar global—sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, termasuk:

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
Kebijakan suku bunga bank sentral (termasuk The Fed dan BI)
Ketegangan geopolitik global
Permintaan dan pasokan logam mulia
Sentimen inflasi dan resesi ekonomi
Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung pada awal 2026, emas tetap menjadi aset safe haven yang diminati. Banyak analis memprediksi harga emas akan terus menguat sepanjang tahun ini, terutama jika tekanan inflasi dan volatilitas pasar saham belum mereda.

Pegadaian: Anak Usaha BRI yang Terus Bertransformasi
Perlu diketahui, PT Pegadaian (Persero) kini merupakan bagian dari holding ultra mikro di bawah naungan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Transformasi ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat inklusi keuangan di Indonesia, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pelaku usaha mikro.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya