Roby Tremonti Diduga Melakukan Pengancaman Digital pada Pasangan Hesti Purwadinata dan Edo Borne Usai Dukung Aurelie Moeremans dalam Kasus Grooming Seksual

Roby Tremonti Diduga Melakukan Pengancaman Digital pada Pasangan Hesti Purwadinata dan Edo Borne Usai Dukung Aurelie Moeremans dalam Kasus Grooming Seksual

Hesti-Instagram-

“Ketika korban berani bersuara, bukan hanya pelaku yang merasa terancam, tetapi juga sistem sosial yang selama ini melindungi mereka. Ancaman terhadap pendukung korban adalah bentuk teror psikologis untuk menciptakan efek pendinginan—chilling effect—agar orang lain takut mendukung,” jelasnya.

Solidaritas Tanpa Pamrih di Tengah Badai Digital
Di tengah badai ancaman, sikap Hesti Purwadinata dan Edo Borne patut diapresiasi. Mereka memilih diam bukan karena takut, melainkan karena memahami bahwa konflik ini lebih besar dari sekadar pertengkaran personal—itu adalah pertarungan antara kebenaran dan budaya tabu.



Sementara itu, Aurelie terus menegaskan komitmennya: buku Broken Strings bukan alat balas dendam, melainkan panggilan untuk kesadaran kolektif—agar tidak ada lagi anak perempuan berusia 15 tahun yang harus mengalami trauma serupa dalam diam.

Penutup
Kisah Aurelie Moeremans mengingatkan kita bahwa berani bersuara sebagai korban kekerasan seksual bukanlah tindakan mudah. Diperlukan keberanian ekstra, terutama ketika ancaman tidak hanya menyasar diri sendiri, tetapi juga mereka yang peduli. Dukungan publik, perlindungan hukum, dan empati sosial adalah fondasi penting agar suara-suara seperti Aurelie tidak lagi tenggelam dalam gelapnya stigma.

Broken Strings mungkin bercerita tentang patah hati, tetapi juga menjadi benang harapan bagi ribuan korban lain yang masih terbungkam.


TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya