Tangerang Selatan Jadi Kota Termaju ke-4 di Pulau Jawa, Kalahkan Bandung dan Bogor dalam Indeks Daya Saing Daerah 2024

Tangerang Selatan Jadi Kota Termaju ke-4 di Pulau Jawa, Kalahkan Bandung dan Bogor dalam Indeks Daya Saing Daerah 2024

Bandung--


Tangerang Selatan Jadi Kota Termaju ke-4 di Pulau Jawa, Kalahkan Bandung dan Bogor dalam Indeks Daya Saing Daerah 2024

Dalam peta pembangunan daerah terkini, sebuah kota seluas hanya 147 kilometer persegi berhasil mencuri perhatian nasional. Tangerang Selatan (Tangsel), yang selama ini dikenal sebagai kawasan penyangga ibu kota, kini resmi dinobatkan sebagai kota termaju keempat di Pulau Jawa berdasarkan hasil Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2024 yang dirilis oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).



Pengumuman ini bukan hanya mengejutkan, tetapi juga mengubah persepsi publik terhadap hierarki perkembangan perkotaan di Jawa. Pasalnya, Tangsel berhasil mengungguli dua ikon kota besar lainnya: Bandung dan Bogor—dua kota yang selama ini dikenal sebagai pusat pendidikan, budaya, dan pariwisata nasional.

Mengenal Indeks Daya Saing Daerah (IDSD): Cermin Kemajuan Daerah
Indeks Daya Saing Daerah atau IDSD merupakan alat ukur komprehensif yang dikembangkan oleh BRIN untuk mengevaluasi kemampuan suatu wilayah dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi, inovasi, serta kesejahteraan masyarakat. Penilaian ini tidak hanya melihat aspek ekonomi semata, tetapi juga mempertimbangkan dimensi sosial, teknologi, dan tata kelola pemerintahan daerah.

Dalam metodologinya, IDSD menilai empat pilar utama:


Ekosistem Inovasi – Sejauh mana daerah mendorong riset, pengembangan teknologi, dan kolaborasi antara akademisi, dunia usaha, dan pemerintah.
Faktor Pendukung Pembangunan – Termasuk infrastruktur fisik dan digital, stabilitas politik, serta efektivitas birokrasi.
Akses Pasar – Kemudahan dalam menjalankan usaha, konektivitas logistik, serta integrasi dengan rantai nilai regional dan global.
Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) – Meliputi tingkat pendidikan, keterampilan tenaga kerja, dan kesehatan masyarakat.
Keempat pilar ini diukur melalui ratusan indikator kuantitatif dan kualitatif, sehingga memberikan gambaran holistik tentang daya saing suatu daerah di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Daftar 10 Kota Paling Maju di Pulau Jawa 2024
Berdasarkan hasil evaluasi IDSD 2024, berikut adalah 10 kota di Pulau Jawa yang menduduki peringkat tertinggi dalam hal daya saing:

Surakarta (Solo) – Skor: 4,39
Yogyakarta – Skor: 4,39
Semarang – Skor: 4,31
Tangerang Selatan – Skor: 4,31
Bandung – Skor: 4,26
Magelang – Skor: 4,26
Bogor – Skor: 4,17
Malang – Skor: 4,17
Madiun – Skor: 4,16
Tangerang – Skor: 4,16
Menariknya, Surakarta dan Yogyakarta berbagi posisi puncak dengan skor identik 4,39—menunjukkan bahwa kedua kota budaya ini tidak hanya unggul dalam pelestarian warisan sejarah, tetapi juga dalam adaptasi terhadap tuntutan ekonomi modern.

Namun, sorotan utama justru tertuju pada Tangerang Selatan, yang dengan luas wilayah hanya 147 km²—lebih kecil dari Bandung (167 km²) dan jauh lebih mungil dibanding Bogor (118 km²)—berhasil menempati peringkat keempat. Ini menjadi bukti nyata bahwa ukuran geografis bukan penentu utama kemajuan, melainkan bagaimana pemerintah daerah mengelola potensi yang ada.

Mengapa Tangerang Selatan Bisa Melesat?
Keberhasilan Tangsel tidak datang begitu saja. Sejak dimekarkan dari Kabupaten Tangerang pada tahun 2008, kota ini secara konsisten membangun fondasi kuat di berbagai sektor strategis:

Infrastruktur Digital: Tangsel menjadi salah satu kota pertama di Indonesia yang menerapkan smart city secara menyeluruh, lengkap dengan sistem e-government, layanan publik berbasis aplikasi, dan jaringan internet berkecepatan tinggi di seluruh wilayah.
Investasi dan Kawasan Bisnis: Keberadaan BSD City, Alam Sutera, dan Gading Serpong telah menjadikan Tangsel sebagai magnet investasi nasional dan internasional, terutama di sektor properti, teknologi, dan pendidikan.
SDM Berkualitas: Tingginya kepadatan perguruan tinggi ternama—seperti Universitas Pramita, Binus, hingga ITB Kampus Cikarang yang dekat dengan perbatasan—menciptakan talent pool yang siap bersaing di era digital.
Kolaborasi Publik-Swasta: Pemerintah Kota Tangsel aktif menjalin kemitraan dengan sektor swasta untuk mendorong inovasi, termasuk program inkubasi startup dan pelatihan kewirausahaan bagi generasi muda.
“Tangsel membuktikan bahwa kota kecil bisa menjadi raksasa dalam hal daya saing jika dikelola dengan visi jangka panjang dan berbasis data,” ujar seorang analis kebijakan daerah dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), yang enggan disebut namanya.

Bandung dan Bogor Terlempar dari Top 3: Apa Penyebabnya?
Meski tetap masuk dalam daftar 10 besar, turunnya peringkat Bandung dan Bogor patut menjadi bahan refleksi. Bandung, yang dulu dikenal sebagai “Kota Kembang” dan pusat kreatif nasional, kini menghadapi tantangan serius: kemacetan kronis, banjir tahunan, serta tekanan urbanisasi yang menggerus ruang terbuka hijau.

Sementara itu, Bogor—meski memiliki keunggulan sebagai kota ilmu pengetahuan dengan keberadaan IPB University dan berbagai lembaga riset—masih kesulitan dalam mengintegrasikan ekosistem inovasi dengan sektor riil. Aksesibilitas transportasi dan birokrasi yang belum sepenuhnya digital juga menjadi hambatan struktural.

BRIN: Data untuk Kebijakan Berbasis Bukti
Dalam laporan resminya, BRIN menegaskan bahwa IDSD bukan sekadar kompetisi peringkat, melainkan instrumen strategis untuk membantu pemerintah daerah merancang kebijakan yang berbasis bukti (evidence-based policy). “Data yang akurat dan transparan adalah fondasi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” demikian pernyataan resmi BRIN.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya