Amazon Siapkan Perangkat AI Murah Rp800 Ribuan: Bee, Asisten Digital yang Menemani Harimu Tanpa Perlu Disuruh

Amazon Siapkan Perangkat AI Murah Rp800 Ribuan: Bee, Asisten Digital yang Menemani Harimu Tanpa Perlu Disuruh

ilustrasi-pixabay-

Amazon Siapkan Perangkat AI Murah Rp800 Ribuan: Bee, Asisten Digital yang Menemani Harimu Tanpa Perlu Disuruh

Di tengah persaingan sengit industri wearable berbasis kecerdasan buatan (AI), Amazon kembali mencuri perhatian dengan rencana peluncuran perangkat baru yang menarik: Bee, sebuah asisten digital pribadi yang diklaim mampu menjadi “jurnal hidup” penggunanya. Dengan harga yang diprediksi hanya sekitar Rp800 ribuan, Bee hadir sebagai solusi cerdas yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga sangat personal—tanpa memerlukan perintah suara atau input manual.



Namun, langkah ini bukan tanpa tantangan. Sejarah Amazon di ranah wearable technology memang belum sepenuhnya meyakinkan. Pada 2023, perusahaan raksasa teknologi ini menghentikan produksi gelang kesehatan Halo, produk yang sempat digadang-gadang sebagai pesaing Apple Watch dan Fitbit. Selain itu, hampir tiga tahun berlalu sejak Amazon merilis earbud nirkabel terbarunya. Kini, dengan Bee, Amazon tampaknya ingin membuktikan bahwa mereka serius kembali menancapkan kaki di pasar perangkat pintar yang semakin kompetitif.

Bee: Lebih dari Sekadar Gadget, Ini Teman Digital yang Mengerti Perasaanmu
Berbeda dari pendahulunya, Bee dirancang bukan hanya untuk melacak aktivitas fisik, tapi juga merekam nuansa emosional dan sosial kehidupan pengguna. Perangkat ini bekerja secara pasif—selalu mendengarkan percakapan di sekitar pengguna, namun tanpa menyimpan rekaman audio. Teknologi AI-nya mampu menganalisis nada suara, konteks percakapan, dan bahkan mendeteksi perubahan suasana hati atau dinamika hubungan interpersonal.

Fitur unggulan seperti “Daily Insights” memberikan ringkasan harian tentang “bagaimana perasaan Anda” dan “perubahan dalam hubungan Anda”, berdasarkan pola interaksi yang terdeteksi sepanjang hari. Sementara itu, tombol fisik di perangkat memungkinkan pengguna merekam catatan suara instan—ide cemerlang yang tiba-tiba muncul di kepala, janji yang harus diingat, atau sekadar curhat singkat.


Maria de Lourdes Zollo, salah satu pendiri Bee yang kini menjadi bagian dari tim Amazon sejak September 2025, menjelaskan bahwa visi Bee adalah menjadi asisten proaktif, bukan reaktif. “Kami ingin Bee tidak hanya mendengar, tapi juga bertindak,” ujarnya dalam wawancara eksklusif dengan Bloomberg di ajang CES 2026 di Las Vegas.

Integrasi dengan Gmail dan Kalender: Bee Bisa Kirim Email & Jadwalkan Rapat untuk Kamu
Salah satu pembaruan terbaru yang paling menarik adalah fitur “Actions”, yang menghubungkan Bee langsung dengan akun Gmail dan kalender pengguna. Dengan integrasi ini, Bee bisa:

Menyusun draft email berdasarkan percakapan terakhir,
Membuat undangan rapat otomatis,
Mengingatkan tugas yang tertunda,
Bahkan mengikuti perkembangan percakapan penting dan memberikan ringkasan kontekstual.
“Dari aplikasi saja, Anda sudah bisa terhubung dengan ekosistem digital harian Anda,” jelas Zollo. “Dan Bee akan mengambil tindakan atas nama Anda—seperti asisten pribadi yang benar-benar memahami ritme hidup Anda.”

Privasi Jadi Prioritas: Tidak Ada Rekaman yang Disimpan
Meski konsep “perangkat yang selalu mendengarkan” kerap memicu kekhawatiran privasi, tim Bee menegaskan komitmennya terhadap keamanan data pengguna. Di situs resminya, perusahaan menulis dengan tegas:

“Kami tidak pernah menyimpan rekaman audio. Semua pemrosesan dilakukan secara real-time, dan setelah dianalisis, data audio langsung dihapus—tidak pernah disimpan di server mana pun.”

Pernyataan ini diperkuat oleh Daniel Rausch, Wakil Presiden Alexa dan Echo Amazon, yang menekankan bahwa isu privasi bukan hal baru bagi Amazon. “Kami telah memiliki tim AI yang bertanggung jawab, serta tim kepercayaan dan privasi, sejak lebih dari satu dekade lalu,” katanya.

Rausch juga menanggapi kekhawatiran publik tentang ikatan emosional yang terlalu dekat antara manusia dan AI—fenomena yang belakangan viral di media sosial. “Ini soal tanggung jawab,” tegasnya. “Orang-orang sudah berbagi cerita, mencari dukungan, bahkan bercanda dengan Alexa sejak pertama kali diluncurkan. Yang berubah sekarang hanyalah kemampuan AI-nya yang jauh lebih canggih.”

Mengapa Amazon Memilih Bee? Karena Inovasi Butuh Jiwa
Alih-alih membangun asisten AI generasi baru dari nol, Amazon memutuskan untuk mengakuisisi startup di balik Bee—sebuah langkah strategis yang menunjukkan apresiasi terhadap inovasi eksternal. “Maria dan timnya adalah inovator luar biasa,” puji Rausch. “Semangat, tujuan, dan tekad mereka selaras dengan visi kami: menciptakan teknologi yang benar-benar bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.”

Peluncuran Alexa+, versi lebih konversasional dan empatik dari asisten suara Amazon, menjadi momentum ideal untuk menghidupkan kembali ambisi wearable mereka. Dan Bee, menurut Rausch, adalah “perangkat dan layanan Amazon yang sah”—meski awalnya lahir dari ide independen.

Tanpa Kamera, Tapi Tetap Cerdas
Berbeda dari beberapa kompetitor seperti AI Pin yang tampil di CES 2026 dengan fitur kamera untuk analisis visual lingkungan, Bee sengaja tidak dilengkapi kamera. “Prototipe awal kami memang punya kamera, tapi sebagai startup, biayanya terlalu tinggi,” ungkap Zollo. “Di masa depan, mungkin ada varian lain yang menggabungkan fitur visual. Tapi untuk sekarang, fokus kami adalah pada suara dan konteks sosial.”

Keputusan ini juga memperkuat narasi privasi: tanpa kamera, risiko pengintaian visual—baik disengaja maupun tidak—dapat diminimalkan.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya