IHSG Menuju 10.000: Optimisme Pasar, Tantangan Struktural, dan Peringatan OJK untuk Investor
saham-pixabay-
Rekor All-Time High dan Kapitalisasi Pasar yang Mengesankan
Sepanjang 2025, IHSG mencetak 24 kali rekor all-time high, menunjukkan dominasi sentimen positif di sebagian besar periode perdagangan. Puncaknya terjadi pada 8 Desember 2025, ketika IHSG menyentuh 8.710,70, bersamaan dengan kapitalisasi pasar yang menembus angka Rp16.000 triliun—sebuah tonggak sejarah baru bagi pasar modal Indonesia.
Secara tahunan, IHSG membukukan kenaikan 22,13%, sementara secara bulanan di Desember naik 1,62%. Angka-angka ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi nasional, tetapi juga menunjukkan ketahanan pasar di tengah ketidakpastian global, termasuk gejolak geopolitik, suku bunga internasional, dan perlambatan ekonomi di beberapa negara maju.
Menatap 2026: Antara Euforia dan Kewaspadaan
Memasuki 2026, pasar modal Indonesia berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, optimisme terhadap IHSG 10.000 terus menguat, didorong oleh partisipasi investor ritel yang masif, aliran modal yang stabil, dan kebijakan fiskal-moneter yang mendukung. Di sisi lain, tantangan struktural—seperti praktik manipulasi, rendahnya kualitas korporasi emiten, dan ketergantungan pada sentimen global—masih menjadi bayangan yang tak bisa diabaikan.
Bagi investor, terutama pemula, momen ini menjadi ujian nyata antara rasionalitas dan euforia. OJK dan Kementerian Keuangan sama-sama sepakat: pertumbuhan berkelanjutan hanya mungkin terjadi jika didukung oleh edukasi, transparansi, dan integritas.
Dengan kata lain, jalan menuju IHSG 10.000 bukan hanya soal angka—tapi juga soal kepercayaan, kesiapan, dan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan di pasar modal Indonesia.