Harga Tiket Garuda Rute Medan–Jakarta Tembus Rp10 Juta, Penumpang Diminta Waspada Lonjakan Tarif Akhir Liburan Sekolah
Garuda--
Harga Tiket Garuda Rute Medan–Jakarta Tembus Rp10 Juta, Penumpang Diminta Waspada Lonjakan Tarif Akhir Liburan Sekolah
Medan/Jakarta – Menjelang berakhirnya masa libur sekolah awal tahun 2026, harga tiket pesawat rute domestik mengalami lonjakan signifikan—terutama untuk penerbangan langsung kelas bisnis. Salah satu rute yang paling terdampak adalah Medan (Bandara Internasional Kualanamu) menuju Jakarta (Bandara Internasional Soekarno-Hatta). Pantauan terkini menunjukkan bahwa tiket Garuda Indonesia pada Sabtu, 10 Januari 2026, mencapai angka fantastis: Rp10.734.582 untuk kelas bisnis.
Angka tersebut terpantau melalui platform pemesanan daring Traveloka pada Kamis (9/1/2026), dan menjadi sorotan publik lantaran jauh melampaui tarif normal untuk rute tersebut. Padahal, dalam kondisi biasa, harga tiket bisnis Garuda untuk rute Medan–Jakarta umumnya berkisar antara Rp4 juta hingga Rp7 juta, tergantung waktu keberangkatan dan ketersediaan kursi.
Perbandingan Harga dengan Maskapai Lain
Lonjakan harga ini memicu perbandingan dengan maskapai-maskapai kompetitor. Di hari yang sama, Sabtu (10/1/2026), penumpang yang mencari alternatif penerbangan menemukan opsi dari AirAsia, Lion Air, hingga Batik Air—namun semuanya hanya tersedia dengan satu kali transit, dan dengan tarif jauh lebih terjangkau, yakni antara Rp2,4 juta hingga Rp4 juta.
Sementara itu, untuk Minggu, 11 Januari 2026, situasi menjadi lebih kompleks. Tidak ada penerbangan langsung yang tersedia dari Medan ke Jakarta. Semua maskapai menawarkan rute dengan minimal satu hingga dua kali transit, dengan harga rata-rata berkisar di angka Rp2 juta untuk kelas ekonomi. Namun, bagi penumpang yang tetap ingin menikmati kenyamanan kelas bisnis, Batik Air menyediakan layanan dengan satu kali transit seharga Rp6,1 juta—masih jauh di bawah harga Garuda pada hari sebelumnya.
Permintaan Tinggi Picu Dinamika Harga
Lonjakan harga ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Data terbaru dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mengalami peningkatan signifikan. Total pengguna angkutan umum mencapai 21.461.491 penumpang, naik 12,48% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencatat 19.079.881 penumpang.
Secara rinci, sektor transportasi udara menyumbang 4.768.675 penumpang, meningkat tipis 0,73% dari tahun sebelumnya (4.734.198 penumpang). Meski persentase kenaikannya kecil, tekanan permintaan pada rute-rute padat seperti Medan–Jakarta tetap sangat tinggi, terutama di akhir pekan menjelang dimulainya kembali aktivitas sekolah dan perkantoran.
Selain udara, sektor lain juga mencatat pertumbuhan luar biasa:
Angkutan Laut: 2.254.733 penumpang (+43,42%)
Perkeretaapian: 7.573.881 penumpang (+12,92%)
Penyeberangan: 3.725.343 penumpang (+35,05%)
Angkutan Jalan: 3.138.859 penumpang (turun tipis dari 3.307.966 penumpang tahun lalu)
Strategi Menghadapi Lonjakan Tarif
Bagi masyarakat yang merencanakan perjalanan di masa puncak liburan, para pakar transportasi menyarankan beberapa strategi untuk menghindari pembengkakan biaya: