Harga Tiket Garuda Rute Medan–Jakarta Tembus Rp10 Juta, Penumpang Diminta Waspada Lonjakan Tarif Akhir Liburan Sekolah
Garuda--
Pesan jauh-jauh hari: Harga tiket cenderung stabil jika dipesan minimal 2–3 minggu sebelum keberangkatan.
Pertimbangkan rute alternatif: Misalnya, terbang ke Bandara Halim Perdanakusuma atau menggunakan kereta api sebagai moda penghubung.
Cek semua platform: Perbandingan harga antar-platform (Traveloka, Tiket.com, Pegipegi, hingga situs resmi maskapai) bisa menghasilkan selisih hingga ratusan ribu rupiah.
Fleksibel tanggal: Menggeser jadwal keberangkatan satu hari sebelum atau sesudah puncak liburan sering kali menurunkan harga drastis.
Respons Maskapai dan Regulator
Hingga kini, Garuda Indonesia belum memberikan pernyataan resmi terkait lonjakan harga tersebut. Namun, praktik penetapan tarif dinamis (dynamic pricing) merupakan hal lumrah di industri penerbangan global—di mana harga ditentukan oleh algoritma berbasis permintaan, ketersediaan kursi, dan waktu pemesanan.
Di sisi lain, Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa meski harga tiket tidak diatur secara langsung, pihaknya terus memantau praktik persaingan usaha dan memastikan transparansi informasi tarif kepada konsumen.
Waspadai “Peak Season Pricing”
Fenomena seperti ini bukanlah hal baru. Setiap akhir liburan panjang—baik Nataru, libur Lebaran, maupun libur sekolah—selalu diwarnai oleh lonjakan permintaan yang berdampak langsung pada harga tiket. Yang perlu diwaspadai adalah kurangnya antisipasi dari masyarakat, yang kerap memesan tiket mendekati hari H dan terkejut dengan nominal yang harus dibayar.
Bagi warga Sumatera Utara yang hendak kembali ke ibu kota setelah liburan, penting untuk mempertimbangkan kembali urgensi perjalanan pada tanggal-tanggal puncak. Alternatif seperti bekerja dari rumah sehari tambahan atau mengajukan cuti fleksibel bisa menjadi solusi cerdas untuk menghindari biaya transportasi yang membengkak.