Saham DADA Melesat, Antrean Beli Menggila: Ada Apa di Balik Euforia Investor?

Saham DADA Melesat, Antrean Beli Menggila: Ada Apa di Balik Euforia Investor?

saham-pixabay-

Prospek Bisnis dan Sentimen Pasar
Lalu, apa yang membuat investor kembali antusias terhadap DADA di awal 2026 ini?

Pertama, sektor properti nasional memang sedang menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Kebijakan suku bunga yang lebih stabil, insentif pemerintah untuk perumahan MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), serta meningkatnya permintaan hunian tapak di kawasan suburban menjadi angin segar bagi pengembang seperti DADA.



Baca juga: Adly Fairuz Terjerat Kasus Hukum Serius: Dituding Wanprestasi dalam Skandal Perantara Masuk Akpol Senilai Rp3,65 Miliar

Kedua, likuiditas saham DADA kini jauh lebih baik dibanding masa-masa sebelumnya. Dengan jumlah pemegang saham yang terus bertambah dan volume perdagangan yang stabil, saham ini menjadi lebih menarik bagi investor jangka pendek maupun jangka panjang.

Ketiga, narasi “kebangkitan pasca-suspensi” kerap kali menarik perhatian investor ritel di Indonesia, terutama di platform media sosial dan forum investasi daring. Saham DADA kini menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan komunitas saham, dengan tagar dan diskusi tentang “potensi rally lanjutan” mulai bermunculan.


Waspada: Euforia vs Fundamental
Meski sentimen positif mendominasi, para analis tetap mengingatkan pentingnya memperhatikan fundamental perusahaan. Meski proyek rumah tapak menjadi andalan, kinerja keuangan DADA dalam laporan keuangan terbaru—termasuk margin laba, utang jangka panjang, dan tingkat penjualan—perlu dicermati secara seksama.

“Kenaikan harga saham yang sangat cepat bisa menjadi indikator overbought,” ujar seorang analis properti dari salah satu sekuritas ternama di Jakarta. “Investor sebaiknya tidak terbawa euforia, tapi mengevaluasi apakah valuasi saat ini masih wajar dibanding prospek bisnis jangka menengah.”

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya