Profil Tampang Cilia Flores Istri Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang Ditangkap Militer AS dalam Operasi Rahasia di Karakas: Umur, Agama dan Akun IG

Profil Tampang Cilia Flores Istri Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang Ditangkap Militer AS dalam Operasi Rahasia di Karakas: Umur, Agama dan Akun IG

Nicolas-Instagram-

Profil Tampang Cilia Flores Istri Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang Ditangkap Militer AS dalam Operasi Rahasia di Karakas: Umur, Agama dan Akun IG

Dunia politik internasional diguncang oleh operasi militer spektakuler yang dilancarkan oleh Amerika Serikat di jantung Ibu Kota Venezuela, Karakas, pada Sabtu (3/1/2026). Dalam operasi besar-besaran tersebut, bukan hanya Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang dikabarkan diamankan, melainkan juga istrinya, Cilia Adela Flores de Maduro—seorang tokoh politik kunci yang selama ini kerap berada di balik layar kekuasaan rezim Caracas.



Penangkapan Flores, yang dijuluki “first combatant” oleh para loyalisnya, menandai babak baru dalam ketegangan geopolitik antara Washington dan Caracas. Tidak seperti sekadar figur istri presiden pada umumnya, Cilia Flores adalah sosok dengan riwayat politik yang panjang, pengaruh yang luas, dan peran strategis dalam arah kebijakan pemerintahan Venezuela selama hampir dua dekade terakhir.

Operasi Militer AS dan Kejutan di Karakas
Menurut laporan intelijen yang beredar luas, operasi rahasia yang melibatkan Delta Force, unit elit pasukan khusus Angkatan Darat AS, berhasil mengamankan sejumlah tokoh penting dalam pemerintahan Maduro, termasuk sang presiden dan istrinya. Meski pemerintah AS belum memberikan konfirmasi resmi, sumber-sumber terpercaya menyebutkan bahwa Cilia Flores kini berada di bawah pengawasan ketat otoritas federal di New York, bersama suaminya yang dikawal ketat oleh FBI.

Operasi ini diklaim sebagai respons terhadap dugaan pelanggaran hak asasi manusia, korupsi sistemik, serta keterlibatan rezim Caracas dalam perdagangan narkotika dan pencucian uang internasional—tuduhan yang selama ini dibantah keras oleh pemerintah Venezuela.


Siapa Cilia Flores? Dari Pengacara HAM hingga “First Lady” dengan Gigi Politik Tajam
Lahir di kota kecil Tinaquillo, Negara Bagian Cojedes, pada 15 Juni 1956, Cilia Adela Flores tumbuh dalam keluarga sederhana yang sangat mementingkan pendidikan dan keadilan sosial. Lulusan hukum dari Universitas Sentral Venezuela ini awalnya dikenal sebagai pengacara yang gigih membela hak-hak rakyat kecil.

Karier politiknya melesat setelah ia bergabung dengan Partai Sosialis Bersatu Venezuela (PSUV), partai yang didirikan oleh mendiang Presiden Hugo Chávez. Di bawah bayang-bayang revolusi Bolivarian, Flores bukan hanya menjadi kader partai, tapi juga salah satu arsitek utama dalam membangun infrastruktur politik pasca-Chávez.

Puncak kariernya terjadi pada 2006, ketika ia terpilih sebagai Ketua Majelis Nasional Venezuela—menjadi perempuan pertama dalam sejarah negara itu yang menduduki jabatan strategis tersebut. Posisi ini tidak hanya simbolis, tetapi memberinya kendali atas proses legislasi, termasuk kemampuan mengubah konstitusi dan mengawasi kebijakan eksekutif.

Lebih dari Sekadar Ibu Negara: “First Combatant” dengan Pengaruh Nyata
Ketika Nicolas Maduro naik menjadi presiden pada 2013 menggantikan Chávez yang wafat, peran Cilia Flores tidak surut—justru semakin menguat. Ia menolak stereotip “ibu negara” yang hanya fokus pada kegiatan sosial atau budaya. Sebaliknya, Flores dikenal aktif dalam pengambilan keputusan politik, sering kali tampil di depan umum, dan bahkan menjadi salah satu penasihat utama Maduro dalam menghadapi krisis ekonomi dan tekanan internasional.

Dijuluki “primera combatiente” (first combatant) oleh para pendukungnya, Flores dikenal tegas, karismatik, dan tak segan menyerang lawan-lawan politiknya dengan retorika pedas. Ia kerap mendampingi suaminya dalam forum internasional, termasuk sidang Majelis Umum PBB dan pertemuan regional seperti ALBA dan OPEC.

Kontroversi dan Tuduhan: Antara Perlawanan dan Korupsi
Meski dipuja di dalam negeri oleh basis pendukung Maduro, Cilia Flores juga menjadi sasaran kritik keras dari oposisi dan komunitas internasional. Ia dan keluarganya telah lama dikaitkan dengan serangkaian skandal, termasuk kasus penyelundupan narkoba yang melibatkan keponakannya, serta dugaan penyalahgunaan kekuasaan untuk memperkaya keluarga dekat.

Pada tahun 2015, dua keponakannya ditangkap oleh otoritas AS atas tuduhan perdagangan kokain senilai jutaan dolar—insiden yang memperburuk citra rezim Maduro di mata dunia. Namun Flores selalu membantah keterlibatan pribadinya, menyebut tuduhan tersebut sebagai bagian dari “perang psikologis” yang digencarkan oleh Amerika Serikat untuk menjatuhkan pemerintahan revolusioner Venezuela.

Baca juga: Saalhaerid Anaknya Siapa? Inilah Biodata TikToker Asal Kalimantan yang Resmi Menikah dengan Dinda Annisa, Bukan Orang Biasa?

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya