Filipina Tegas Bantah Jadi Sarang Pelatihan Teroris Pelaku Penembakan Pantai Bondi
Ahmad-Instagram-
Investigasi di Davao: Kunjungan Pelaku Tak Mencurigakan Saat Itu
Meski membantah tudingan pelatihan teroris, Filipina tidak menutup mata terhadap kemungkinan adanya aktivitas mencurigakan oleh pelaku sebelum tragedi Bondi terjadi. Otoritas kepolisian di Davao, salah satu kota besar di Mindanao, kini sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait kunjungan kedua tersangka pada November 2025 lalu.
“Kami sedang mengkaji semua data dan laporan terkait keberadaan mereka di wilayah Davao,” kata Mayor Catherine dela Rey, juru bicara Kepolisian Wilayah Davao, dalam wawancara telepon. Ia menegaskan bahwa pada saat kunjungan tersebut, tidak ada indikasi mencurigakan yang terdeteksi oleh aparat setempat. “Secara administratif dan perilaku, mereka tidak menimbulkan alarm keamanan saat itu,” tambahnya.
Menjaga Reputasi, Meneguhkan Komitmen Keamanan Global
Bagi Filipina, bantahan ini bukan sekadar soal kebenaran fakta, tetapi juga upaya melindungi reputasi nasional di tengah upaya keras pemerintah memulihkan citra pasca-konflik Marawi. Dalam beberapa tahun terakhir, Filipina telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam memerangi terorisme domestik, termasuk melalui operasi intelijen, pendekatan deradikalisasi, dan pembangunan kembali wilayah pasca-konflik.
Sejumlah analis keamanan regional menilai bahwa meskipun ancaman terorisme lokal masih ada, Filipina kini jauh lebih tangguh dan transparan dalam menghadapi ancaman tersebut. “Menghubungkan Filipina secara langsung dengan aksi teror internasional tanpa bukti kuat justru dapat menghambat upaya global melawan ekstremisme, karena menciptakan stereotip yang tidak adil,” ujar seorang pengamat keamanan Asia Tenggara yang enggan disebutkan namanya.