Hujan sebagai Ujian atau Rahmat? Refleksi Khutbah Jumat 12 Desember 2025 di Tengah Bencana Banjir dan Longsor

Hujan sebagai Ujian atau Rahmat? Refleksi Khutbah Jumat 12 Desember 2025 di Tengah Bencana Banjir dan Longsor

Masjid--

Langkah Nyata Setelah Khutbah: Tobat, Jaga Lingkungan, dan Bantu Sesama
Dalam khutbah kedua, khatib memberikan tiga arahan praktis:

Bertaubat dan memperbanyak istighfar – karena dosa pribadi maupun kolektif bisa menjadi penyebab tertahan atau menyimpangnya rahmat.
Membantu korban bencana – baik melalui donasi, relawan, maupun dukungan moral. Ini adalah bentuk nyata dari ukhuwah Islamiyah.
Menjaga lingkungan sebagai amanah – karena merusak alam berarti mengkhianati kepercayaan Allah sebagai khalifah di muka bumi.
Doa yang Menyentuh Hati di Akhir Khutbah
Khutbah ditutup dengan doa yang sangat relevan di tengah bencana:



Baca juga: Rupiah Melemah Paling Tajam di Asia: Ini Penyebab Utama di Balik Tren Negatif Pagi Ini Rabu, 10 Desember 2025

"Allāhumma ḥawālainā wa lā ‘alainā. Allāhumma ‘alal-ākāmi wa aẓ-ẓirābi, wa buthūnil-awdiyati, wa manābity-syajar."
Artinya: "Ya Allah, turunkan hujan di sekitar kami, jangan di atas kami. Ya Allah, curahkanlah hujan di atas bukit-bukit, gunung-gunung kecil, lembah-lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Kemudian, jemaah diajak berdoa khusus untuk saudara-saudara di Sumatera:


"Allāhumma firli al-muslimīna wal-muslimāt, wal-mu’minīna wal-mu’mināt. Allāhumma farij ‘an ikhwāninā fī Sumatera."
Artinya: "Ya Allah, ampunilah kaum Muslimin dan Muslimat, Mukminin dan Mukminat. Ya Allah, ringankanlah penderitaan saudara-saudara kami di Sumatera."

 

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya