Jawaban Trivia FC Mobile Day 6: Tim Lawan Belanda Saat Robin van Persie Cetak Gol 'Flying Dutchman' di Piala Dunia 2014
Trivia-Instagram-
Jawaban Trivia FC Mobile Day 6: Tim Lawan Belanda Saat Robin van Persie Cetak Gol 'Flying Dutchman' di Piala Dunia 2014
Apakah Anda sedang mencari jawaban dari kuis Trivia FC Mobile edisi Belanda hari ke-6? Jika iya, Anda berada di tempat yang tepat! Pertanyaan yang muncul dalam kuis tersebut mengajak para penggemar sepak bola untuk mengenang kembali salah satu momen paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia: sundulan spektakuler Robin van Persie yang dijuluki Flying Dutchman.
Dalam artikel ini, kami tidak hanya akan mengungkap jawaban yang benar, tetapi juga mengajak Anda menyelami kembali atmosfer luar biasa dari pertandingan itu—pertandingan yang menjadi simbol kebangkitan sepak bola Belanda di panggung dunia.
Mengapa Pertanyaan Ini Viral?
Kuis Trivia FC Mobile hari ke-6 untuk tim Belanda memang sengaja dirancang untuk menguji pengetahuan pengguna tentang sejarah sepak bola Oranje. Pertanyaannya berbunyi: “Siapa tim lawan Belanda saat Robin van Persie mencetak gol sundulan ikoniknya yang dijuluki ‘Flying Dutchman’ di Piala Dunia FIFA 2014?”.
Dengan empat pilihan jawaban—A. Australia, B. Brasil, C. Spanyol, D. Chili—banyak pemain sempat kebingungan. Namun, bagi mereka yang pernah menyaksikan langsung atau menonton ulang momen tersebut, jawabannya jelas tak terlupakan.
Kilas Balik: Sundulan yang Mengguncang Dunia
Pertandingan tersebut terjadi pada 13 Juni 2014, di Arena Fonte Nova, Salvador, Brasil—hari pertama Grup B Piala Dunia 2014. Belanda bertemu dengan juara bertahan, Spanyol, dalam laga yang sarat dendam. Empat tahun sebelumnya, di final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Spanyol berhasil mengalahkan Belanda dengan skor 1-0 melalui gol tunggal Andres Iniesta di babak perpanjangan waktu. Kali ini, Belanda datang dengan misi balas dendam.
Menit ke-44, Daley Blind melepas umpan silang panjang dari sisi kiri lapangan. Bola meluncur deras ke arah kotak penalti. Tepat di saat itu, Robin van Persie—yang awalnya berada di luar kotak penalti—melompat tinggi, melayang di udara seperti elang, dan menyundul bola dengan sempurna melewati jangkauan kiper legendaris Spanyol, Iker Casillas.
Gol itu bukan hanya menyeimbangkan skor menjadi 1-1, tapi juga menjadi awal dari kemenangan telak Belanda 5-1 atas Spanyol—sebuah hasil yang mengejutkan dunia sepak bola.
Mengapa Disebut ‘Flying Dutchman’?
Julukan Flying Dutchman (Belanda Terbang) sebenarnya merujuk pada legenda maritim Eropa tentang kapal hantu yang tak pernah bisa berlabuh. Namun dalam konteks ini, julukan tersebut dipakai secara puitis untuk menggambarkan cara Van Persie “melayang” di udara sebelum menyundul bola. Gerakan itu begitu elegan, berani, dan bersejarah—menjadi salah satu gol terbaik dalam sejarah Piala Dunia.
Bahkan FIFA sendiri memasukkan gol tersebut ke dalam daftar "Gol Terbaik Piala Dunia Sepanjang Masa", dan hingga kini, rekaman sundulan itu masih sering diulang di berbagai platform media sosial, termasuk TikTok, Instagram, dan YouTube.
Jawaban yang Tepat: Spanyol!
Dari keempat pilihan yang diberikan dalam kuis Trivia FC Mobile hari ke-6:
A. Australia → Belanda memang menghadapi Australia di laga kedua Grup B, tetapi gol Van Persie yang ikonik bukan terjadi di pertandingan itu.
B. Brasil → Belanda bertemu Brasil di perebutan tempat ketiga, bukan di fase grup.
C. Spanyol → Benar! Ini adalah lawan yang gawangnya dijebol oleh sundulan Van Persie yang legendaris.
D. Chili → Belanda menghadapi Chili di laga terakhir Grup B, tapi tanpa gol spektakuler semacam itu.
Jadi, jawaban yang benar adalah C. Spanyol.
Mengapa Momen Ini Masih Diingat Sampai Sekarang?
Selain karena keindahan teknisnya, gol tersebut melambangkan semangat kebangkitan. Belanda, yang empat tahun sebelumnya kalah di final, kini tampil percaya diri dan menunjukkan bahwa mereka tak gentar menghadapi juara bertahan. Gol Van Persie menjadi katalisator psikologis yang mengubah jalannya pertandingan—dan bahkan jalannya turnamen bagi Belanda.
Di bawah asuhan pelatih Louis van Gaal, tim Oranje tampil dengan formasi 3-5-2 yang revolusioner, memanfaatkan kecepatan dan ketajaman lini depan. Hasil 5-1 atas Spanyol menjadi bukti nyata keberhasilan strategi tersebut.