Tuntutan Ribuan Kepala Desa di Jakarta: Demo Besar-Besaran di Monas dan Istana Negara Desak Pencabutan Aturan yang Ancam Dana Desa
Mencabut PMK Nomor 81 Tahun 2025
Aturan ini dianggap telah merugikan ribuan desa di seluruh Indonesia karena menghentikan pencairan Dana Desa Tahap II (Non-Earmark). Para kades menilai ketentuan ini tidak mempertimbangkan realitas operasional di lapangan.
Mencabut PMK Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pinjaman untuk Koperasi Desa Merah Putih
Para perangkat desa menolak kebijakan yang menjadikan Dana Desa sebagai jaminan pinjaman koperasi, terlebih dengan sistem pemotongan langsung dari dana tersebut. Mereka khawatir hal ini akan mengikat desa dalam jerat utang dan mengurangi anggaran untuk kepentingan rakyat.
Baca juga: Berapa Harga Tecno Pova 6? Benarkah Punya Pendingin Canggih dan Pengisian Super Cepat?
Menghentikan Intervensi terhadap Kewenangan Desa dalam Musyawarah Desa (Musdes)
Mereka juga mendesak pemerintah untuk tidak menerbitkan aturan tambahan—baik melalui Permendes maupun regulasi lain—yang mengikis otonomi desa dalam pengelolaan keuangan melalui forum Musyawarah Desa, yang merupakan wujud demokrasi langsung di tingkat lokal.
Suara dari Bawah: Desa Bukan Objek, Tapi Subjek Pembangunan
Di balik angka-angka dan regulasi, ada wajah-wajah nyata yang terdampak: ibu-ibu PKK yang tak bisa mengadakan pelatihan UMKM, kader Posyandu yang kekurangan stok vitamin dan obat cacing, serta anak-anak desa yang terpaksa menunda perbaikan sekolah mereka. Aksi ini bukan semata soal anggaran—tapi soal keadilan, kepercayaan, dan pengakuan terhadap desa sebagai poros utama pembangunan nasional.
“Kami datang bukan untuk melawan pemerintah, tapi untuk mengingatkan bahwa desa adalah fondasi Indonesia. Jika fondasinya rapuh, bagaimana bangunan di atasnya bisa kokoh?” tegas koordinator aksi dari DPP APDESI.
Hingga sore hari, massa tetap bertahan dengan tertib, membawa spanduk bertuliskan "Dana Desa untuk Rakyat, Bukan untuk Biaya Administrasi", "Jangan Jadikan Desa Sandera Regulasi", dan "Presiden Prabowo, Dengarlah Suara Kami dari Bawah".
Aksi ini menjadi pengingat bahwa di balik megahnya gedung-gedung pemerintahan di Jakarta, ada ribuan desa yang menunggu kebijakan yang pro-rakyat—bukan kebijakan yang justru memperlebar jurang antara pusat dan pinggiran.
Update Terbaru
Rahang Patah Tak Halangi Stefan Posch Bela Austria Lawan Argentina
Senin / 22-06-2026, 03:43 WIB
Pemain Liverpool Sebut Aksi Lionel Messi Tidak Masuk Akal
Senin / 22-06-2026, 03:35 WIB
Timnas Curacao Raih Poin Perdana di Piala Dunia 2026
Senin / 22-06-2026, 03:32 WIB
Momen Ratu Maxima Ikut Joget di Ruang Gani Usai Curacao Tahan Imbang Ekuador
Senin / 22-06-2026, 03:27 WIB
Nico Schlotterbeck Terancam Absen di Sisa Piala Dunia 2026
Senin / 22-06-2026, 03:27 WIB
Lamine Yamal Masuk Daftar 10 Pencetak Gol Termuda Piala Dunia, Lewati Messi
Senin / 22-06-2026, 03:21 WIB
Amir Ghalenoei Kritik Pembatasan AS Jelang Laga Iran Lawan Belgia
Senin / 22-06-2026, 03:21 WIB
Ghalenoei Protes Keras Persiapan Iran Terhambat Aturan AS
Senin / 22-06-2026, 03:16 WIB
Ramalan Zodiak Cinta 21 Juni: Capricorn Makin Mesra, Scorpio Jaga Kepercayaan
Senin / 22-06-2026, 03:15 WIB
Kapan Waktu yang Tepat Mencuci Bra? Ini Penjelasan Ahli
Senin / 22-06-2026, 03:15 WIB
Sinopsis Space Jam: A New Legacy, Petualangan LeBron James dan Looney Tunes
Senin / 22-06-2026, 03:14 WIB
Momen Tom Holland Bikin Zendaya Jatuh Cinta, Bukan di Lokasi Syuting
Senin / 22-06-2026, 03:14 WIB
Viral Tren Injak Garam Sebelum Tidur, Benarkah Bikin Nyenyak?
Senin / 22-06-2026, 03:14 WIB
Penyanyi Iran Divonis 74 Cambukan Usai Tampil Tanpa Hijab di YouTube
Senin / 22-06-2026, 03:14 WIB






