Pengasuh Ponpes di Pati Ditetapkan Tersangka Dugaan Rudapaksa Puluhan Santriwati
Pengasuh Ponpes di Pati Ditetapkan Tersangka Dugaan Rudapaksa Puluhan Santriwati
Kasus dugaan kekerasan seksual kembali mencuat di lingkungan pondok pesantren. Peristiwa ini terjadi di Kabupaten Pati dan menyeret seorang pengasuh berinisial AS sebagai tersangka.
Penetapan status hukum terhadap AS dilakukan setelah muncul laporan dari para korban. Dugaan perbuatan tersebut disebut telah berlangsung dalam rentang waktu cukup panjang.
Status Tersangka dan Respons Aparat
Kepolisian menyatakan AS telah berstatus tersangka, namun hingga kini belum dilakukan penahanan. Aparat masih menunggu proses lanjutan dari tingkat kepolisian resor.
Kapolsek Tlogowungu AKP Mujahid menjelaskan bahwa langkah hukum tetap berjalan, sembari mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan di luar koridor hukum.
Pihak kepolisian juga meminta warga agar menyalurkan aspirasi secara tertib dan tidak melakukan aksi anarkis di lingkungan pondok pesantren.
Aksi Warga dan Penanganan Kasus
Penetapan tersangka memicu reaksi dari masyarakat sekitar. Sejumlah warga mendatangi lokasi pondok pesantren untuk menyampaikan tuntutan dan keprihatinan atas kasus tersebut.
Pengurus yayasan dan pihak pesantren disebut telah menerima aspirasi dari masyarakat yang datang. Upaya mediasi dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif.
>>> Video Tasya Gym Bandar Batang Picu Perburuan Link 15 Menit, Fakta Isinya Belum Terbukti
Dugaan Korban Capai Puluhan
Kasus ini mencuat setelah delapan korban melapor ke pihak berwenang. Namun, berdasarkan pendampingan hukum, jumlah korban diduga jauh lebih banyak.
- Periode kejadian diperkirakan berlangsung sejak 2024 hingga 2026
- Jumlah korban diduga mencapai 30 hingga 50 santriwati
- Mayoritas korban masih berstatus pelajar tingkat SMP
Data tersebut masih dalam proses pendalaman oleh aparat penegak hukum. Penyelidikan terus dilakukan untuk memastikan jumlah korban dan kronologi secara menyeluruh.
Kasus ini menambah daftar panjang persoalan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan berbasis asrama, sekaligus menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak.
Update Terbaru
WhatsApp Disadap? Ini 10 Tanda Akun Dibajak dan Cara Cepat Mengamankannya
Minggu / 03-05-2026, 20:29 WIB
Video Tasya Gym Bandar Batang Picu Perburuan Link 15 Menit, Fakta Isinya Belum Terbukti
Minggu / 03-05-2026, 20:17 WIB
HP Murah Bergaya iPhone 2026 Tawarkan Desain Premium dan Fitur Kompetitif
Minggu / 03-05-2026, 20:11 WIB
Cara Membuat Profil Instagram Crayon Style Viral 2026 dengan AI dan Canva
Minggu / 03-05-2026, 19:42 WIB
Fenomena Tulisan Selalu Mengucap Syukur di Bandung Viral, Ini Makna dan Faktanya
Minggu / 03-05-2026, 19:38 WIB
Instagram Ahmad Dhani Menghilang Usai Bahas Perceraian dengan Maia Estianty
Minggu / 03-05-2026, 19:33 WIB
Siapa Seleb Kabupaten Pemalang Rizki Mbambot? Orang Mana, Akun IG Profil Biodata Rizki Mbambot
Minggu / 03-05-2026, 19:32 WIB
Profil Rizki Mbambot Kreator Asal Pemalang yang Viral dengan Gaya Ngapak
Minggu / 03-05-2026, 19:30 WIB
Harga iPhone Update Mei 2026 di Indonesia, Varian Terbaru dan Lama Turun Harga
Minggu / 03-05-2026, 19:28 WIB
Harga iPhone Terbaru Mei 2026 di Indonesia, iPhone 17 Pro Max Tembus Rp44 Juta
Minggu / 03-05-2026, 19:25 WIB
Harga iPhone Mei 2026 di Indonesia Bergerak Dinamis dari Seri Lama hingga Flagship Terbaru
Minggu / 03-05-2026, 19:25 WIB
Ending Phantom Lawyer Tuntas Ungkap Misteri dan Tutup Kisah Yi Rang dengan Emosional
Minggu / 03-05-2026, 19:20 WIB
MRM Disebut Jadi Bahan Utama Sosis, Mantan Pekerja Pabrik Ungkap Prosesnya
Minggu / 03-05-2026, 19:14 WIB






