MRM Disebut Jadi Bahan Utama Sosis, Mantan Pekerja Pabrik Ungkap Prosesnya
MRM Disebut Jadi Bahan Utama Sosis, Mantan Pekerja Pabrik Ungkap Prosesnya
Perbincangan soal bahan baku sosis kembali ramai setelah sebuah utas di media sosial menarik perhatian publik.
Unggahan tersebut berasal dari akun yang mengaku pernah bekerja di pabrik sosis dan membagikan pengalamannya selama berada di industri tersebut.
Pengakuan soal bahan baku sosis
Dalam ceritanya, ia menyebut bahwa bahan utama sosis tidak selalu berupa potongan daging utuh seperti yang umum dibayangkan.
Ia menjelaskan bahwa produk sosis tertentu menggunakan bahan bernama MRM atau mechanically recovered meat.
Saat pertama kali melihat proses produksi, ia mengaku sempat mempertanyakan bentuk daging yang digunakan sebelum akhirnya mendapat penjelasan mengenai istilah tersebut.
Apa itu MRM?
MRM merupakan daging yang diolah menjadi tekstur halus menyerupai pasta melalui proses mekanis bertekanan tinggi.
Bahan ini berasal dari sisa daging yang masih menempel pada tulang, yang kemudian dipisahkan menggunakan alat khusus.
- Daging diproses dengan tekanan tinggi
- Dipisahkan dari tulang menggunakan mesin
- Hasil akhir berupa pasta halus
Proses tersebut memungkinkan bagian daging yang sulit dipisahkan secara manual tetap dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan.
>>> Profil Annisa Sekar yang Resmi Menikah dengan TikToker Arrofi Ramadhan: Umur, Agama dan IG
Proses produksi dan karakteristik
Pada praktiknya, bahan baku dapat berasal dari berbagai jenis hewan seperti sapi, ayam, atau unggas lainnya.
Khusus pada unggas, hasil olahan MRM kerap menampilkan warna putih hingga merah muda dengan tekstur yang lebih lembek.
Teknik ini digunakan secara luas dalam industri makanan olahan karena dinilai efisien dalam memanfaatkan sisa daging.
Menurut penuturan dalam utas tersebut, bahan inilah yang disebut menjadi komponen utama pada sosis dengan harga lebih terjangkau.
Penjelasan dari pengalaman lapangan
Ia menggambarkan bahwa sisa daging yang menempel pada tulang dipisahkan menggunakan tekanan tinggi hingga seluruh bagian terlepas.
Hasilnya kemudian berubah menjadi adonan halus yang siap diolah lebih lanjut sebagai produk makanan.
Penjelasan ini memicu diskusi luas di kalangan warganet mengenai proses produksi makanan olahan yang selama ini jarang diketahui secara rinci.
Update Terbaru
Pengasuh Ponpes di Pati Ditetapkan Tersangka Dugaan Rudapaksa Puluhan Santriwati
Minggu / 03-05-2026, 20:20 WIB
Video Tasya Gym Bandar Batang Picu Perburuan Link 15 Menit, Fakta Isinya Belum Terbukti
Minggu / 03-05-2026, 20:17 WIB
HP Murah Bergaya iPhone 2026 Tawarkan Desain Premium dan Fitur Kompetitif
Minggu / 03-05-2026, 20:11 WIB
Cara Membuat Profil Instagram Crayon Style Viral 2026 dengan AI dan Canva
Minggu / 03-05-2026, 19:42 WIB
Fenomena Tulisan Selalu Mengucap Syukur di Bandung Viral, Ini Makna dan Faktanya
Minggu / 03-05-2026, 19:38 WIB
Instagram Ahmad Dhani Menghilang Usai Bahas Perceraian dengan Maia Estianty
Minggu / 03-05-2026, 19:33 WIB
Siapa Seleb Kabupaten Pemalang Rizki Mbambot? Orang Mana, Akun IG Profil Biodata Rizki Mbambot
Minggu / 03-05-2026, 19:32 WIB
Profil Rizki Mbambot Kreator Asal Pemalang yang Viral dengan Gaya Ngapak
Minggu / 03-05-2026, 19:30 WIB
Harga iPhone Update Mei 2026 di Indonesia, Varian Terbaru dan Lama Turun Harga
Minggu / 03-05-2026, 19:28 WIB
Harga iPhone Terbaru Mei 2026 di Indonesia, iPhone 17 Pro Max Tembus Rp44 Juta
Minggu / 03-05-2026, 19:25 WIB
Harga iPhone Mei 2026 di Indonesia Bergerak Dinamis dari Seri Lama hingga Flagship Terbaru
Minggu / 03-05-2026, 19:25 WIB
Ending Phantom Lawyer Tuntas Ungkap Misteri dan Tutup Kisah Yi Rang dengan Emosional
Minggu / 03-05-2026, 19:20 WIB
Profil Annisa Sekar yang Resmi Menikah dengan TikToker Arrofi Ramadhan: Umur, Agama dan IG
Minggu / 03-05-2026, 19:04 WIB






