Tujuh Kecamatan di Aceh Tengah Masih Terisolir Akibat Banjir dan Longsor, Ribuan Warga Terjebak Tanpa Akses Darat
Tujuh Kecamatan di Aceh Tengah Masih Terisolir Akibat Banjir dan Longsor, Ribuan Warga Terjebak Tanpa Akses Darat
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda kawasan tengah Provinsi Aceh belum juga usai dampaknya. Hingga Senin (8/12/2025), tercatat masih ada tujuh kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah yang sepenuhnya terisolir akibat rusaknya infrastruktur jalan. Akses darat ke wilayah-wilayah tersebut nyaris mustahil dilalui, karena jalan utama tertimbun material longsor dan terendam air.
Dalam keterangan resminya, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kondisi warga di daerah terdampak. Menurutnya, total ada 98 desa yang belum bisa dijangkau melalui jalur darat, dengan jumlah penduduk mencapai 55.272 jiwa yang saat ini hidup dalam keterbatasan akses terhadap bantuan kemanusiaan, layanan kesehatan, dan kebutuhan pokok.
“Kami sangat berterima kasih karena harapan ini akhirnya terpenuhi. Ada masyarakat kami yang terpaksa berjalan kaki selama dua hingga tiga hari hanya untuk keluar dari desa mereka—itu pun dengan risiko besar menghadapi medan yang ekstrem dan cuaca yang tidak menentu,” ungkap Haili Yoga, dikutip dari Antara.
Bantuan Udara Jadi Solusi Darurat
Menghadapi kondisi darurat ini, TNI Angkatan Udara (TNI AU) telah mengerahkan dua unit helikopter untuk mempercepat distribusi logistik ke daerah terisolir. Helikopter-helikopter tersebut ditempatkan penuh di Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, sebagai pusat logistik udara darurat.
Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Soewondo, Kolonel Pnb Tiopan Hutapea, menjelaskan bahwa misi udara ini merupakan respons cepat terhadap krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung. “Helikopter akan bergerak menyalurkan logistik ke titik-titik terisolir. Keduanya siap mendistribusikan bantuan—meliputi makanan, obat-obatan, air bersih, dan kebutuhan dasar lainnya—ke wilayah-wilayah yang masih terisolir pasca-bencana di dua kabupaten tersebut,” tegas Tiopan.
Dampak Sosial dan Kemanusiaan yang Mendalam
Terputusnya akses selama berhari-hari bukan hanya soal logistik, tetapi juga berdampak pada aspek sosial dan psikologis warga. Banyak keluarga terpisah, anak-anak tidak bisa bersekolah, serta lansia dan ibu hamil kesulitan mendapatkan perawatan medis. Sejumlah laporan menyebut kondisi sanitasi di beberapa desa mulai memburuk akibat keterbatasan air bersih dan fasilitas MCK.
Update Terbaru
Link Live Streaming Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026
Jumat / 26-06-2026, 01:43 WIB
Video: Ponsel dengan Nilai Terbaik untuk Uang Anda
Jumat / 26-06-2026, 01:30 WIB
Tiga Peserta Latsarmil KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Program Dihentikan
Jumat / 26-06-2026, 01:14 WIB
KPK Geledah BPK Sumsel, Dokumen Perubahan Opini WDP ke WTP Disita
Jumat / 26-06-2026, 01:14 WIB
Cara Cerdas Memilih Aplikasi Game Penghasil Saldo DANA Terpercaya di 2026
Jumat / 26-06-2026, 01:11 WIB
3 Kendala Utama Pencairan Dana Bansos PKH BPNT 2026 dan Cara Mengatasinya
Jumat / 26-06-2026, 01:11 WIB
Rumah BUMN SIG Catat Transaksi Rp6,9 Miliar, Dampingi 580 UMKM
Jumat / 26-06-2026, 00:55 WIB
Jokowi Tak Akan Ungkap Sosok 'Orang Kuat' di Balik Roy Suryo dan Dokter Tifa
Jumat / 26-06-2026, 00:51 WIB
Mantan Ketua BEM UGM Tiyo Buka Suara soal Banjir Laporan ke Polisi
Jumat / 26-06-2026, 00:50 WIB
Menteri ESDM Bahlil Kesal PLN Terlambat Antisipasi Pasokan Batu Bara
Jumat / 26-06-2026, 00:50 WIB
John Byrne Kembali ke X-Men dengan Seri Novel Grafis Elsewhen
Jumat / 26-06-2026, 00:49 WIB
One Piece dan G2 Esports Rilis Koleksi Streetwear Gear 5 Edisi Terbatas
Jumat / 26-06-2026, 00:49 WIB
GMC Sierra 2027 Hadir dengan Mesin V8 Baru dan Layar Raksasa 60 Inci
Jumat / 26-06-2026, 00:49 WIB
Waktu Minum Obat Hipertensi: Pagi atau Malam? Ini Kata Dokter
Jumat / 26-06-2026, 00:49 WIB






