Khutbah Jumat 13 Maret 2026 Tentang Nuzulul Quran dan Hikmah Turunnya Wahyu
al quran-freebiespic/pixabay-
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله. أما بعد، فيا عباد الله أوصيكم ونفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون.
قال الله تعالى في كتابه الكريم: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ﴾.
وقال سبحانه: ﴿شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ﴾.
Nuzulul Quran dan Kemuliaan Ramadan
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah.
Bulan Ramadan merupakan waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam. Pada bulan inilah Allah menurunkan kitab suci Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi seluruh manusia.
Peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai Nuzulul Quran. Peristiwa ini menjadi awal dari risalah Islam yang kemudian membawa perubahan besar dalam sejarah peradaban manusia.
Dua Tahapan Turunnya Al-Qur’an
Para ulama menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan melalui dua tahapan.
Penurunan Sekaligus ke Langit Dunia
Pada tahap pertama, Al-Qur’an diturunkan secara keseluruhan dari Lauhul Mahfuzh menuju langit dunia pada malam Lailatul Qadar. Peristiwa ini menjadi tanda kemuliaan wahyu yang kelak akan menjadi pedoman hidup umat manusia.
Penurunan Bertahap kepada Rasulullah
Setelah itu, Malaikat Jibril menyampaikan wahyu kepada Rasulullah SAW secara berangsur-angsur selama kurang lebih dua puluh tiga tahun masa kenabian. Ayat-ayat tersebut turun sesuai dengan peristiwa dan kebutuhan umat pada masa itu.
Hikmah Turunnya Al-Qur’an Secara Bertahap
Penurunan Al-Qur’an yang tidak sekaligus mengandung banyak hikmah bagi umat Islam.
- Meneguhkan hati Nabi Muhammad SAW dalam menjalankan risalah.
- Memberikan jawaban atas persoalan yang dihadapi umat.
- Memudahkan para sahabat menghafal dan memahami ayat.
- Membimbing umat secara bertahap dalam menjalankan syariat.
Cara tersebut menunjukkan bahwa ajaran Islam diturunkan dengan penuh hikmah dan kebijaksanaan agar mudah dipahami serta diamalkan oleh manusia.
Memperkuat Hubungan dengan Al-Qur’an
Hadirin jamaah Jumat yang dimuliakan Allah.
Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk mempererat hubungan kita dengan Al-Qur’an. Tidak hanya membaca, tetapi juga memahami serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA bahwa Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Kedermawanan beliau semakin terlihat pada bulan Ramadan ketika Malaikat Jibril datang setiap malam untuk mempelajari Al-Qur’an bersama beliau.
Hadis tersebut mengajarkan bahwa membaca dan mempelajari Al-Qur’an di bulan Ramadan merupakan amalan yang sangat dianjurkan.
Mari menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, penerang hati, serta penuntun langkah kita menuju kebaikan.
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم. أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.