Lailatul Qadar Jatuh pada Tanggal Berapa?
masjid-pixabay-
Lailatul Qadar dikenal sebagai malam paling istimewa dalam bulan Ramadhan. Dalam ajaran Islam, ibadah yang dilakukan pada malam ini diyakini memiliki nilai yang melampaui ibadah selama seribu bulan atau setara lebih dari delapan dekade.
Keutamaan tersebut membuat umat Islam berlomba meningkatkan amal, mulai dari shalat malam, membaca Al-Qur’an, hingga memperbanyak doa dengan harapan memperoleh keberkahan malam tersebut.
Makna Lailatul Qadar dalam Istilah Bahasa Arab
Istilah Lailatul Qadar berasal dari dua kata dalam bahasa Arab. Kata “lail” atau “lailah” berarti malam, sedangkan “qadar” memiliki makna ketetapan, ukuran, atau keputusan Allah terhadap seluruh makhluk-Nya.
Dalam pemahaman keagamaan, qadar sering dimaknai sebagai takdir, yakni ketentuan yang telah ditetapkan Allah berdasarkan kehendak dan pengetahuan-Nya.
Malam Penetapan dan Kemuliaan
Lailatul Qadar juga dipahami sebagai malam ketika berbagai ketetapan mengenai kehidupan manusia ditentukan. Karena itulah malam ini dianggap sebagai salah satu malam paling mulia sepanjang tahun bagi umat Islam.
Makna Lailatul Qadar sendiri sering dijelaskan melalui beberapa pengertian, antara lain malam penetapan, malam kemuliaan, serta malam yang sempit.
Istilah malam yang sempit berkaitan dengan banyaknya malaikat yang turun ke bumi pada malam tersebut. Kehadiran mereka memenuhi bumi untuk membawa rahmat dan ketentuan Allah.
Al-Qur’an menyebut malam ini sebagai malam yang diberkahi. Dalam Surat Ad-Dukhān ayat 3 dijelaskan bahwa Allah menurunkan Al-Qur’an pada malam yang penuh keberkahan sebagai peringatan bagi manusia.
Wahyu tersebut kemudian disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW secara bertahap sesuai dengan berbagai peristiwa yang terjadi selama sekitar 23 tahun masa kenabian.
Dicari pada Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan
Sejumlah hadits menyebutkan bahwa Lailatul Qadar berada pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, khususnya pada malam-malam ganjil.
Dalam salah satu hadits riwayat Bukhari, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mencarinya pada malam ganjil di penghujung Ramadhan.
Teladan tersebut membuat banyak umat Islam meningkatkan ibadah pada periode tersebut, termasuk dengan melakukan i’tikaf di masjid.
Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar
Sejumlah riwayat juga menggambarkan ciri-ciri alam yang menyertai malam Lailatul Qadar.
- Langit terlihat cerah dan tenang tanpa awan.
- Suhu malam tidak terlalu panas maupun terlalu dingin.
- Suasana malam terasa damai dan menenangkan.
Pada pagi harinya, matahari disebut terbit dengan cahaya lembut tanpa sinar yang menyilaukan, sebagaimana disebutkan dalam beberapa riwayat hadits.
Ciri-ciri tersebut sering dijadikan petunjuk oleh umat Islam, meskipun waktu pasti terjadinya Lailatul Qadar tidak pernah disebutkan secara pasti.