Prabowo Tegas ke Bupati Aceh Selatan yang Umrah Saat Banjir: Lari Saja Enggak Apa-apa… Copot!
“Pemeriksaan terhadap Bupati Mirwan akan dilakukan segera setelah kedatangannya di Banda Aceh,” ujar Benni.
Pembelaan Mirwan: “Nazar Pribadi dan Situasi Sudah Terkendali”
Dalam keterangan tertulisnya, Mirwan membela keputusannya dengan alasan pribadi dan teknis. Ia menyatakan bahwa keberangkatannya ke Mekkah merupakan pemenuhan nazar, dan sebelum berangkat, ia telah meninjau langsung lokasi bencana serta memastikan bahwa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berada dalam “alur komando” yang efektif.
“Dari hasil koordinasi, situasi saat itu terkendali sehingga saya dapat menunaikan nazar saya,” klaimnya.
Ia juga berdalih bahwa surat penolakan izin dari Gubernur Aceh baru diterima oleh Pemkab Aceh Selatan pada 2 Desember—setelah ia sudah berada di Mekkah. Menurutnya, komunikasi sempat terhambat akibat gangguan listrik dan jaringan telekomunikasi di wilayahnya. “Inilah yang menyebabkan adanya miskomunikasi,” ungkapnya.
Namun, klaim “situasi terkendali” ini justru memicu pertanyaan publik: jika memang bencana sudah teratasi, mengapa status tanggap darurat tetap diberlakukan? Dan jika kepala daerah merasa cukup aman untuk pergi umrah, lalu siapa yang benar-benar bertanggung jawab atas nasib warga yang masih kesulitan mengakses bantuan?
Pelajaran Penting: Pemimpin Harus Hadir, Bukan Hanya Memerintah
Insiden ini menjadi pengingat keras bahwa jabatan kepala daerah bukanlah jabatan seremonial, apalagi tiket liburan. Di tengah krisis, rakyat butuh pemimpin yang hadir—secara fisik, emosional, dan administratif. Meninggalkan wilayah saat bencana melanda bukan sekadar kelalaian, melainkan pengkhianatan terhadap amanah rakyat.
Presiden Prabowo, dengan latar belakang militernya, jelas ingin menegaskan satu prinsip dasar: kepemimpinan adalah tentang keberanian bertahan, bukan kesempatan untuk kabur.
Dan dalam dunia yang semakin transparan, tindakan sekecil apa pun oleh pejabat publik—apalagi di saat rakyat menderita—akan selalu diperhitungkan, bukan hanya oleh atasan, tetapi juga oleh sejarah dan hati nurani rakyat.
Update Terbaru
Kroasia Pastikan Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026 Setelah Menang 2-1 atas Ghana
Minggu / 28-06-2026, 11:32 WIB
Pariwisata Jadi Pilar Ekonomi Nasional, Danantara Dorong Ekosistem Terintegrasi
Minggu / 28-06-2026, 11:32 WIB
Gagal di Piala Dunia 2026, Arab Saudi Incar Jorge Jesus sebagai Pelatih Baru
Minggu / 28-06-2026, 11:32 WIB
Daftar Acara Trans TV Senin, 29 Juni 2026 Ada Film Bioskop, Brownies, Insert dan Pagi-Pagi Ambyar serta Link Nonton
Minggu / 28-06-2026, 11:32 WIB
Inggris Tundukkan Panama 2-0 dan Amankan Status Juara Grup L Piala Dunia 2026
Minggu / 28-06-2026, 11:30 WIB
Tiket Termurah Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026 Dijual Rp24 Juta
Minggu / 28-06-2026, 11:29 WIB
Evakuasi Ibu dan Bayi usai 3 Hari Terjebak Reruntuhan Gempa Venezuela
Minggu / 28-06-2026, 11:28 WIB
Alarm Bahaya Portugal: Ronaldo dkk Tumpul di Dua Laga Fase Grup Piala Dunia 2026
Minggu / 28-06-2026, 11:28 WIB
Pertarungan Prabowo vs Gibran: 'Semua Bisa Dikorbankan Demi 2029'
Minggu / 28-06-2026, 11:28 WIB
Kemenkes Tegaskan Regulasi Tembakau untuk Lindungi Kesehatan, Bukan Matikan Industri
Minggu / 28-06-2026, 11:28 WIB
Toyota dan Mitsubishi Dongkrak Ekspor Otomotif Indonesia pada Mei 2026
Minggu / 28-06-2026, 11:28 WIB
Gibran Sadar Gerakannya Dibatasi Lingkaran Prabowo
Minggu / 28-06-2026, 11:28 WIB
FIFA Angkat Bicara soal Tuduhan Pemerkosaan Kapten Tanjung Verde
Minggu / 28-06-2026, 11:27 WIB
Waktu Terbaik Gunakan Toilet Pesawat Menurut Pramugari
Minggu / 28-06-2026, 11:27 WIB






