Aksi Peringatan HUT OPM oleh Mahasiswa Papua di Makassar Memanas, Tegang dengan Aparat di Jalan Lanto Dg Pasewang
Aksi Peringatan HUT OPM oleh Mahasiswa Papua di Makassar Memanas, Tegang dengan Aparat di Jalan Lanto Dg Pasewang
Suasana di kawasan Jalan Lanto Dg. Pasewang, Makassar, mendadak memanas pada Senin (1/12/2025) siang. Sejumlah mahasiswa asal Papua menggelar aksi damai dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-60 Organisasi Papua Merdeka (OPM). Aksi tersebut memicu ketegangan dengan aparat keamanan yang melakukan pengamanan ketat di sekitar Asrama Papua, tempat digelarnya unjuk rasa.
Kejadian ini menarik perhatian warga sekitar dan pengguna jalan, terutama karena aksi tersebut berlangsung tepat pada tanggal simbolis—1 Desember—yang secara historis diklaim oleh kelompok separatis sebagai “Hari Kemerdekaan Papua Barat”. Meski berlangsung singkat, ketegangan sempat muncul saat sebagian peserta aksi mulai menyuarakan tuntutan dengan nada lantang, sementara aparat berupaya menjaga situasi tetap kondusif.
Ketegangan Sempat Memuncak, Tapi Tak Sampai Ricuh
Dalam sejumlah dokumentasi visual yang beredar di media sosial, tampak aparat keamanan berjajar di depan massa aksi, menjaga jarak aman namun waspada. Beberapa mahasiswa terlihat membawa spanduk dan poster bertuliskan simbol-simbol yang umum digunakan dalam gerakan pro-kemerdekaan Papua. Suasana sempat memanas ketika terjadi interaksi verbal antara perwakilan mahasiswa dan petugas di lapangan.
Namun, berkat komunikasi intensif antara perwakilan mahasiswa dan aparat, ketegangan berhasil diredam. Massa aksi akhirnya membubarkan diri secara tertib dan damai tanpa insiden fisik. Meski begitu, arus lalu lintas di sekitar Jalan Lanto Dg. Pasewang sempat tersendat selama kurang lebih satu jam, memaksa warga sekitar dan pengendara untuk menghindari kawasan tersebut.
Hari 1 Desember: Tanggal Simbolis yang Terus Memecah Persepsi
Peristiwa di Makassar bukanlah yang pertama kali terjadi. Setiap 1 Desember, kelompok mahasiswa Papua di berbagai kota besar di Indonesia—termasuk Yogyakarta, Surabaya, Bandung, dan Jakarta—kerap menggelar aksi serupa untuk memperingati berdirinya OPM pada 1965. Bagi mereka, tanggal ini bukan sekadar momen politis, melainkan simbol identitas dan aspirasi politik yang mendalam.
Namun, bagi pemerintah Indonesia, aksi-aksi tersebut dianggap sebagai bentuk provokasi terhadap kedaulatan negara. Organisasi Papua Merdeka (OPM) secara resmi dinyatakan sebagai organisasi terlarang karena tujuannya yang ingin memisahkan Papua dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
OPM dan Kontroversi Kekerasan Bersenjata
Pemerintah Indonesia secara konsisten menolak segala bentuk gerakan separatis, termasuk yang dilakukan oleh OPM. Alasannya tak hanya menyangkut prinsip kedaulatan, tetapi juga kaitan OPM dengan sejumlah aksi kekerasan bersenjata di wilayah Papua. Dalam berbagai laporan, kelompok bersenjata yang dikaitkan dengan OPM disebut bertanggung jawab atas serangan terhadap warga sipil, guru, tenaga medis, hingga personel TNI dan Polri.
Salah satu kasus paling mencuat dalam beberapa tahun terakhir adalah penyanderaan dan pembunuhan tenaga pendidik di pedalaman Papua, yang memicu kecaman luas dari masyarakat nasional. Karena itulah, keberadaan OPM dianggap tidak hanya sebagai ancaman politik, tetapi juga ancaman terhadap keamanan dan stabilitas sosial di wilayah paling timur Indonesia tersebut.
Update Terbaru
Kenaikan Harga Pertamax Picu Risiko Kelangkaan Pertalite
Senin / 15-06-2026, 09:56 WIB
Jadwal Lengkap KRL Solo Jogja 15 Juni 2026 dari Palur hingga Tugu
Senin / 15-06-2026, 09:56 WIB
FIFA Klarifikasi Gangguan Grafis VAR pada Laga Qatar vs Swiss
Senin / 15-06-2026, 09:56 WIB
Singapura Bangun Sistem Kliring Emas OTC dan Fasilitas Penyimpanan Bank Sentral
Senin / 15-06-2026, 09:56 WIB
Harga Biji-Bijian Chicago Turun Imbas Kesepakatan Buka Selat Hormuz
Senin / 15-06-2026, 09:53 WIB
Disney+ Hotstar Tayangkan Drakor Made in Korea, Hyun Bin Jadi Pemeran Utama
Senin / 15-06-2026, 09:53 WIB
Baseus Luncurkan PicoGo Air AM71, Powerbank Magnetik Tertipis dengan NFC
Senin / 15-06-2026, 09:52 WIB
Kejagung Tetapkan Komisaris PT YAT Tersangka Korupsi Motor Listrik BGN
Senin / 15-06-2026, 09:52 WIB
Aksi Suporter Jepang Bersihkan Stadion Usai Laga Piala Dunia 2026 Tuai Pujian
Senin / 15-06-2026, 09:52 WIB
Modifikasi Honda Stylo 160 Arjuno Pukau Pengunjung Jakarta Fair 2026
Senin / 15-06-2026, 09:52 WIB
IHSG 15 Juni 2026 Melesat 2,85 Persen, Saham Komoditas Pendorong Utama
Senin / 15-06-2026, 09:49 WIB
Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat ke Level 423,55 pada 15 Juni 2026
Senin / 15-06-2026, 09:48 WIB
10 Film Netflix Teratas Hari Ini 27 Desember 2025, Jumbo Puncaki Peringkat
Senin / 15-06-2026, 09:48 WIB
Sean Gelael dan Team WRT 32 Finis Ketujuh di 24H of Le Mans 2026
Senin / 15-06-2026, 09:48 WIB






