Sosok Rusdamdiansyah Alias Dandi Ojol yang Tewas di Tangan Demonstran Karena Diduga Intel, Tidak Dianggap Pahlawan Karena Tidak Mati di Tangan Polisi
Demo Ricuh Makassar: Empat Nyawa Melayang, Satu di Antaranya Dandi
Dandi bukan satu-satunya korban jiwa dalam aksi demo tersebut. Tiga korban lainnya tewas saat massa membakar gedung DPRD Makassar. Namun, kematian Dandi menyisakan luka yang lebih dalam karena ia bukan peserta demo, bukan aktivis, bukan pula provokator — ia hanyalah seorang pekerja biasa yang sedang menjalani hari-harinya seperti biasa.
Kematian Dandi menjadi pengingat pahit: di tengah gejolak sosial, warga sipil yang tak bersalah bisa menjadi korban salah sasaran. Tuduhan tanpa bukti, emosi massa yang tak terkendali, dan lemahnya pengamanan bisa berujung pada tragedi kemanusiaan yang tak termaafkan.
Seruan untuk Keadilan dan Perlindungan Warga Sipil
Aktivis HAM dan organisasi masyarakat sipil mulai bersuara. Mereka mendesak aparat kepolisian untuk segera mengungkap pelaku pengeroyokan Dandi dan membawa mereka ke meja hijau. Selain itu, mereka juga meminta agar dalam setiap aksi demonstrasi, aparat lebih proaktif melindungi warga sipil yang tidak terlibat.
Baca juga: Kepala BIN Dipanggil Dadakan ke Istana oleh Presiden Prabowo, Ada Apa? Begini Penjelasan Lengkapnya!
“Ini bukan hanya soal Dandi. Ini soal sistem. Bagaimana mungkin seorang warga sipil bisa dituduh intel lalu dikeroyok tanpa proses hukum? Di mana negara saat warganya dianiaya?” tegas seorang aktivis dari Kontras Sulsel.
Sementara itu, warga sekitar dan komunitas driver ojol Makassar berencana menggelar aksi damai untuk mengenang Dandi dan menuntut keadilan. Mereka juga menggalang dana untuk membantu keluarga yang ditinggalkan, terutama untuk biaya hidup adik perempuan Dandi dan pelunasan cicilan rumah yang ditinggalkannya.
Pesan Terakhir dari Seorang Ayah yang Kehilangan
Di penghujung wawancara, Rustam, sang ayah, hanya bisa berpesan: “Jangan biarkan anak-anak muda seperti Dandi mati sia-sia. Dia bukan penjahat. Dia bukan musuh rakyat. Dia cuma anak biasa yang ingin menikah, punya rumah, dan hidup tenang. Tolong, cari keadilan untuk dia.”
Update Terbaru
Pedagang Online Kena Pungutan PPh Tambahan Mulai Juli 2026
Kamis / 25-06-2026, 02:39 WIB
Trump Tuding Senat Lebih Pilih Dukung Iran Lewat Resolusi Perang
Kamis / 25-06-2026, 02:39 WIB
APBD Tertekan, DPR Dorong Gaji PPPK Dibayar Penuh APBN
Kamis / 25-06-2026, 02:35 WIB
Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lawan Polda Metro Jaya di Kasus Ijazah Jokowi
Kamis / 25-06-2026, 02:35 WIB
Dewan Parole Massachusetts Tolak Pembebasan Pembunuh Trooper George Hanna
Kamis / 25-06-2026, 02:35 WIB
Mantan Kepala Polisi Sherborn Dapat Ganti Rugi Rp19 Miliar
Kamis / 25-06-2026, 02:35 WIB
Warga Sipiongot Gembira Jalan Mulai Diaspal Setelah Puluhan Tahun
Kamis / 25-06-2026, 02:35 WIB
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Perkuat Posisi Indonesia di Pasar Global
Kamis / 25-06-2026, 02:35 WIB
Cara Mendapatkan Saldo DANA Lewat 7 Game Gratis Paling Terpercaya di Tahun 2026
Kamis / 25-06-2026, 02:10 WIB
Cara Cek Pencairan Bansos BPNT 2026 yang Segera Cair dengan Nominal Mencapai 600 Ribu
Kamis / 25-06-2026, 02:10 WIB
Range Rover SVR Senilai Rp2,6 Miliar Tenggelam Saat Coba Menyelamatkan Ford Van
Kamis / 25-06-2026, 02:08 WIB
Kanada Izinkan Merek China Jual EV Melebihi Kuota dengan Syarat
Kamis / 25-06-2026, 02:08 WIB
Kucing Ternyata Bisa Diajak 'Ngobrol' dengan Kedipan Lambat, Ini Kata Ahli
Kamis / 25-06-2026, 02:08 WIB
Temuan Mengejutkan: Prajurit Romawi Ditemukan di Benteng Berusia 5.000 Tahun
Kamis / 25-06-2026, 02:08 WIB






