Larangan dan Keutamaan Hari Tasyrik

Dalam hadis riwayat Imam Muslim, hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan zikir, sehingga berpuasa pada hari ini dilarang. Rasulullah SAW bersabda bahwa hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan zikir kepada Allah. Imam Syafi'i dalam Qaul Jadid menyamakan larangan puasa pada hari Tasyrik dengan larangan puasa pada hari Syak (hari yang diragukan).

Ibnu 'Umar radhiyallahu anhuma juga menyebutkan bahwa tidak diperkenankan berpuasa pada hari Tasyrik kecuali bagi mereka yang tidak mendapatkan hewan kurban ketika menunaikan haji.

Amalan pada Hari Tasyrik

Hari Tasyrik dianggap sebagai waktu istimewa untuk memperbanyak ibadah. Beberapa amalan sunah yang dianjurkan pada hari Tasyrik antara lain:

  1. Memperbanyak Takbir: Umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir terutama seusai salat, seperti yang disampaikan oleh Imam Bukhari yang mengutip pandangan Ibnu Abbas RA.
  2. Memperbanyak Tahlil, Tahmid, dan Takbir: Zikir dengan membaca tahlil, tahmid, dan takbir sangat dianjurkan.
  3. Memperbanyak Amal Ibadah Lain: Setiap amal ibadah yang dilakukan pada hari Tasyrik lebih memiliki keistimewaan daripada amal yang sama di luar hari Tasyrik.

Penutup

Hari Tasyrik adalah hari yang penuh keutamaan dan merupakan waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun, umat Muslim juga harus mematuhi larangan berpuasa pada hari-hari ini agar dapat menikmati berbagai olahan dari daging kurban. Semoga informasi ini bermanfaat!